PRABUMULIH, fornews.co – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatra Selatan Febrita Lustia meminta kepada pengurus PMI kabupaten/ kota di Sumsel memiliki database pendonor darah yang rutin melakukan donor darah.
“Saya minta PMI Kota Prabumulih dan kabupaten/ kota lainnya agar memiliki data warga yang rutin mendonorkan darahnya lewat PMI. Data ini juga untuk memudahkan petugas dari PMI dalam menyalurkan darah bagi yang membutuhkan transfusi darah yang cepat. Sehingga di saat-saat genting dapat menghubungi si pendonor,” ujar Feby dalam sambutannya saat melantik kepengurusan PMI Kota Prabumulih masa bakti 2020-2025 yang dipimpin Suryanti Ngesti Rahayu Ridho, di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih, Senin (23/11).
Menurut Feby, PMI kabupaten/ kota juga harus aktif memberikan layanan pemeriksaan darah secara massal. Warga yang telah diperiksa golongan darahnya diberikan kartu golongan darah dengan cuma-cuma. Kegunaan kartu golongan darah tersebut untuk memudahkan masyarakat saat butuh transfusi darah.
“PMI harus aktif memberikan sosialisasi pada masyarakat. PMI tidak identik dengan kegiatan donor darah saja, namun juga harus aktif dengan kegiatan sosial lainnya,” tegas Feby.
Lebih lanjut istri Gubernur Sumsel Herman Deru ini menambahkan, Indonesia saat ini dalam kondisi pandemi COVID-19. Selain itu sejumlah daerah di Sumsel dalam musim penghujan yang dampaknya wajib diwaspadai. PMI harus siaga mengantisipasi segala kemungkinan terjadinya bencana baik banjir, tanah longsor atau bencana alam lainnya.
“Khusus untuk memutus mata rantai penyebaran korona. PMI harus berbuat, sosialisasikan protokol kesehatan pada masyarakat dengan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan secara rutin dengan sabun air mengalir serta tetap disiplin menjaga jarak,” katanya.
Kepada jajaran pengurus PMI Kota Prabumulih yang baru dilantik, Feby menyampaikan agar para pengurus dapat bekerja dengan ikhlas sesuai amanah yang tertuang dalam 7 prinsip dasar PMI dan bulan sabit internasional.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Prabumulih Suryanti Ngesti Rahayu Ridho mengatakan, dirinya bersama jajaran optimis dapat menjalankan roda organisasi dan tugas-tugas kemanusiaan PMI dengan baik.
“Pelantikan ini baik pengurus PMI, dewan kehormatan PMI, dan pengurus markas PMI Kota Prabumulih semoga bisa menjadi awal yang baik dalam mengemban tugas dengan semangat kerja yang menggelora,” ujarnya.
Dilanjutkannya, 7 prinsip dasar PMI dan bulan sabit internasional menjadi acuan bersama dalam mengembangkan gerakan PMI sekaligus menumbuhkan jiwa kesukarelawanan dan kemanusiaan. Menurutnya jiwa kesukarelawanan terus diasah dapat melahirkan calon relawan masa depan yang dapat menjalankan tugas kemanusiaan.
“Anggota PMI harus siap berperan aktif bersama relawan PMI dalam menjalankan tugas-tugasnya,” katanya.
Sedangkan Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Wali Kota, Andriansyah Fikri mengatakan, dengan dilantiknya pengurus PMI Prabumulih masa bakti 2020-2025 diharapkan agar PMI melakukan langkah konkret bagi masyarakat. Pelantikan tersebut juga dinilainya dapat memberikan kesempatan kepada pengurus untuk meningkatkan silaturahmi menjalin komunikasi di antara sesama pengurus.
“Salah satu tugas pokok PMI adalah terwujudnya PMI yang profesional dan berintegritas,” tuturnya. (ije)
















