YEKATERINBURG, fornews.co – Penjaga gawang Mesir, Mohamed El-Shenawy, memilih untuk menolak penghargaan Man Of The Match (MOTM) dari Budweiser, usai menjalani laga partai pembuka Grup A kontra Uruguay, di Stadion Ekaterinburg Arena, Jumat (15/06).
Seperti dilansir dari dailymail.co.uk, meski El-Shenawy gagal membawa negaranya menang atas Uruguay, namun penampilannya selama 90 menit mampu menggagalkan beberapa peluang emas yang diciptakan striker Uruguay Edinson Cavani dan Luis Suarez, sebelum terjadi gol kemenangan Jose Gimenez pada menit ke-89.
Nah, momen penolakan terhadap penghargaan MOTM itu terjadi pascapertandingan, dimana kiper El-Ahly itu memilih untuk tidak mengambilnya karena sponsor bir raksasa Budweiser.
Alasannya, karena El-Shenawy adalah seorang Muslim dan secara umum melarang konsumsi minuman beralkohol, sehingga dia memilih untuk menolak penghargaan yang dibentuk menjadi piala merah.
Mesir termasuk di antara tujuh negara berpenduduk mayoritas Muslim, yang tampil di Rusia bersama dengan Arab Saudi, Maroko, Iran, Tunisia, Senegal, dan Nigeria. Sementara, Budweiser sendiri merupakan satu sponsor utama untuk Piala Dunia 2018 di Rusia, setelah menandatangani kesepakatan dengan FIFA sebagai pemasok alkohol resmi untuk turnamen tersebut.
Pada Selasa (19/06) nanti, Mesir akan menghadapi kekuatan tuan rumah Rusia, sebelum bertemu dengan Arab Saudi untuk mengakhiri kampanye Grup A mereka pada 25 Juni.
Semua pemain Mesir berharap, bintang mereka Moh Salah akan fit menghadapi Rusia, setelah di bangku cadangan oleh pelatih Hector Cuper, saat menelan kekalahan dari Uruguay. “Salah berpartisipasi dalam pelatihan dengan rekan satu timnya untuk seluruh sesi dan dia siap bermain melawan Rusia menurut staf teknis,” kata Manajer Tim Mesir, Ihab Leheta. (tul)

















