PALEMBANG, fornews.co – Komisi XI DPR RI meminta Pemprov Sumsel untuk tetap menjaga infrastruktur maupun fasilitas olahraga yang ada di Komplek Jakabaring Sport City (JSC), dalam menunjang pelaksanaan Asian Games 2018. Aset negara yang dihibahkan ke Pemprov Sumsel ini harus dijadikan modal dasar kegiatan industri berbasis pariwisata maupun untuk kegiatan olahraga.
Ketua tim Komisi XI, Achmad Hafisz Tohir mengatakan, sejumlah infrastruktur yang sudah dibangun, seperti Light Rail Transit (LRT), jalan tol, jembatan, maupun venue yang ada di JSC dianggap sudah berhasil dari sisi nilai jual pariwisata.
“Kita harapkan fasilitas, sarana dan prasarana yang sudah dibangun ini, usai Asian Games ini agar tetap terjaga dan tidak terbengkalai,” kata mantan Ketua Komisi VI DPR RI itu, usai rapat bersama Pemda Sumsel, Bappeda, Bappenas dan Bank Indonesia terkait evaluasi pasca penyelenggaraan Asian Games XVIII Tahun 2018, di Hotel Aryaduta, Palembang, Rabu (26/9).
Di samping itu, event olahraga di Sumsel harus terus digalakkan, agar sarana dan prasarana yang ada dapat termanfaatkan sesuai fungsinya. Apalagi, lanjut Hafisz, tahun depan Sumsel akan menggelar lima kejuaraan dunia dan satu kejuaraan Asia Pasifik. Menurutnya, rencana ini merupakan agenda yang sangat baik sekali untuk menjaga fasilitas di JSC tetap terjaga.
“Kami selaku wakil rakyat di DPR tentu saja selalu mendorong dan mensuport, sepanjang infrastruktur yang ada itu bisa meningkatkan perekonomian rakyat di Sumsel,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan, kalau melihat dari industri pariwisata dan UMKM selama perhelatan Asian Games lalu, sudah cukup meyentuh. Hal ini harus terus dijaga dan ditingkatkan lagi agar bisa menyejahterakan rakyat.
“Ketika dana APBN tersebut tidak bisa menyejahterakan rakyat, maka ini yang dipersoalkan, karena provinsi lain tidak mendapatkan anggaran yang sebesar Sumsel. Oleh sebab itu, aset yang ada terus ditingkatkan dan dijaga,” tegasnya.
Sementara itu, Pj Gubernur Sumsel Hadi Prabowo mengatakan, pihaknya masih butuh ketegasan dari pusat, terkait pemanfaatan aset yang ada di JSC. Apakah aset-aset ini telah dilimpahkan ke Pemprov Sumsel.
“Pempov sendiri sudah sangat siap dengan pembentukan BUMD, yang akan nantinya sebagai perusahaan pengelola yang seluruhnya berkaitan dengan aset-aset pasca -Asian Games. Sebagai pengelola aset, agar aset-aset ini tidak terbengkalai, kemudian akan disampaikan (laporan) kepada Pemda, dimonitor, dievaluasi, dan selalu akan dilakukan pengendalian,” katanya.
Soal LRT, apakah ini akan dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Hadi Pabowo mengatakan masih belum tahu persis. Sebab, status LRT saat ini masih di bawah kewenangan Kementerian Perhubungan.
“Masih perlu adanya penjajakan dan pembahasan. Karena LRT juga belum semuanya rampung, beberapa stasiunya. Tunggu selesai dulu, baru nanti akan kita bahas lebih lanjut,” tandasnya.(bas)

















