PARIS, fornews.co – Asosiasi sepakbola Prancis, Ligue de Football Professional (LFP) memutuskan untuk menghentikan atau membatalkan Ligue 1 Prancis musim 2019/20 akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).
Penghentian liga profesional ini diambil berselang dua hari seelah Perdana Menteri Edouard Philippe menyatakan penangguhan seluruh agenda olahraga Prancis setidaknya hingga september mendatang dan membuat Ligue 1 berakhir lebih cepat.
Keputusan penghentian ini membuat Paris Saint-Germain resmi disahkan menjadi juata Ligue 1 Prancis. LFP memutuskan hal ini lewat pemungutan suara, dengan klasemen akhir ditentukan berdasarkan rata-rata poin per laga (jumlah poin dibagi jumlah laga).
Presiden LFP, Nathalie Boy De La Tour menjelaskan, pihaknya telah menimbang seluruh opsi untuk melanjutkan liga, tapi tak menemukan solusi terbaik. Menurutnya, keputusan yang diambil pada Kamis (30/4) waktu setempat ini adalah yang paling adil. “Kami telah bekerja keras di balik layar dan ini adalah hasil konkretnya,” ungkapnya dilansir goal.
Sementara itu, Direktur Umum LFP, Didier Quillot mengungkapkan, pihaknya saat ini fokus untuk memulai musim 2020/21 yang paling lambat akan dimulai 22 Agustus. “Mungkin bakal ada protes dan banding, tapi keputusan kami sudah bulat,” ungkap Quillot.
PSG pun resmi meraih gelar Ligue 1, yang merupakan ketiga kalinya secara beruntun atau gelar liga kesembilan mereka sepanjang sejarah. PSG pun tinggal terpaut satu gelar dari AS Saint-Etienne, pemegang rekor gelar Ligue 1 terbanyak.
Sementara itu, Olympique Lyon yang duduk di peringkat ketujuh dipastikan gagal finis di zona Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 1997. Dengan demikian, slot Liga Champions diisi oleh PSG, Marseille, dan Rennes.
Sesuai klasemen, tiket Liga Europa diamankan oleh Lille, Reims, dan Nice. Namun, hal itu belum pasti mengingat jatah Liga Europa dari pemenang Coupe de France dan Coupe de liga Ligue juga belum dipastikan. (rif)

















