PALEMBANG, fornews.co – Setelah tercapai kesepakatan dengan KONI Sumsel, PT Jakabaring Sport City (JSC) siap membuka venue olahraga di kawasan JSC untuk dimanfaatkan kembali oleh atlet binaan KONI Sumsel. Bahkan jika ada yang mau berlatih malam ini sudah bisa dilakukan.
Hal itu disampaikan Direktur Utama PT JSC Meina Fatriani Paloh pada press conference bersama dengan Wakil Ketua Umum I KONI Sumsel Dhennie Zainal dan Wakil Ketua Umum IV KONI Sumsel Akhmad Yusuf Wibowo di ruang rapat Sekda Provinsi Sumsel, Kamis (10/01) sore.
“Atas kesepakatan bersama yang dimediasi Pak Sekda Provinsi Sumsel (Nasrun Umar), PT JSC siap buka kembali kunci venue untuk atlet binaan KONI Sumsel. Kalau perlu malam ini kita bisa buka kalau ada yang mau berlatih. Namun kami meminta atlet juga menjaga kebersihan lingkungan di venue yang mereka pakai, jaga dan rawat JSC ini. Anggap ini sebagai rumah kalian sendiri,” ujar Meina.
Menurut Meina, dari hasil koordinasi dengan pengurus KONI Sumsel dan Sekda Sumsel, persoalan tunggakan pembayaran KONI Sumsel kepada PT JSC akan diselesaikan dengan anggaran tahun 2019. Sehingga persoalan yang kemarin dimana seluruh venue digembok karena tidak ada kejelasan dari KONI Sumsel, dianggap selesai.
“Dari kesepakatan bersama Pemda, masalah pembayaran nanti akan dimasukkan ke anggaran lagi dan tahun ini juga dibayarkan pihak KONI Sumsel kepada PT JSC. Sebagai tindak lanjutnya, PT JSC hari ini akan membuka gembok untuk seluruh venue. Silakan atlet-atlet yang ingin berlatih,” tuturnya.
Diakui Meina, baru kali ini KONI Sumsel mengalami tunggakan pembayaran. Namun setelah mendapat komitmen dari Sekda Sumsel bahwa tunggakan tersebut akan segera dibayarkan tahun ini juga, maka semuanya kembali normal seperti sebelumnya.
“Kami memang perlu dana itu. Semua itu juga kan akan kembali ke atlet atau pengguna JSC itu sendiri. Bagaimana kami menyediakan sarana prasarana agar para atlet bisa berlatih dengan nyaman dan aman,” ucapnya.
Meina menegaskan bahwa PT JSC tak memberikan batas waktu kepada KONI Sumsel untuk melunasi kewajibannya itu. Namun KONI Sumsel sendiri yang berjanji untuk membayarkan segera sesuai dengan kesepakatan.
“Sebenarnya semua tujuannya baik, untuk kemajuan atlet-atlet Sumsel dan kami juga harus support atlet Sumsel. Sumsel sudah punya venue internasional yang sangat luar biasa dan tentunya semua pihak harus mendukung atlet-atlet ini untuk berprestasi di kancah internasional yang membanggakan bangsa Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I KONI Sumsel Dhennie Zainal mengatakan, persoalan ini muncul dikarenakan adanya miskomunikasi. Ditegaskan Dhennie, KONI Sumsel belum melakukan pembayaran kepada PT JSC bukan karena uangnya tidak ada.
“Terima kasih kepada Pemprov Sumsel yang sudah memfasilitasi penyelesaian persoalan ini. Sebetulnya uang KONI itu ada untuk bayar ini, tapi karena memang ada administrasi yang diurus menyebabkan ada keterlambatan pembayaran,” ujarnya.
Dhennie melanjutkan, sesuai dengan kesepakatan bahwa pembayaran akan dilakukan setelah pengesahan APBD 2019. Setelah itu barulah KONI Sumsel mengajukan permohonan ke Pemprov Sumsel dan segera menyelesaikan kewajiban yang tertunda ini.
Dhennie menjelaskan bahwa sesuai dengan arahan Ketua Umum KONI Sumsel Alex Noerdin saat rapat anggota di Baturaja beberapa waktu lalu, KONI Sumsel tidak bisa gratis di JSC tapi minimal berkontribusi pembayaran listrik, air dan lain sebagainya.
“Kita sudah sampaikan ke PT JSC kita mengerti tentang persoalan itu. Tapi kita minta pengertian agar ada perlakuan khusus untuk atlet Sumsel yang dipersiapkan turun di Pra PON 2019, Porwil Bengkulu dan PON 2020 di Papua,” terangnya. (ije)
BPKH bersama Lazismu DIY Serahkan Bantuan Mobil Ambulans Jenazah untuk Yayasan Masjid Darul Ikrom
JOGJA, fornews.co – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui Program Kemaslahatan menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulans jenazah kepada Yayasan...
Read more
















