
BATURAJA, Fornews.co – Diduga over dosis obat kuat, Kosasih (50) warga Tanjung Enim, Kabupaten Muaraenim, tewas di depan kamar mandi sebuah panti pijat di kawasan Batu Kuning, Ogan Komering Ulu (OKU), Selasa (31/01).
Informasi yang dihimpung, kondisi jasad korban yang mengeluarkan busa dari mulut dan hidungnya, pertama kali dilihat oleh Mira Aprianti (32), (tenaga pijet) yang disewa oleh Kosasih. Menurut keterangan Mira, saat itu kosasih yang memang sering menyambangi panti pijat, datang sekitar pukul 16.00 WIB. Setelah sepakat harga dengannya, kemudian korban dan saksi masuk ke kamar yang hanya ditutupi dengan kain.
“Belum sempat pijat pak dia itu (Kosasih). Tapi bajunya udah dilepas. Katanya kebelet buang air kecil ke wc,” terang Mira.
Selang dua menit, sambung dia, terdengar ada teriakan minta tolong dari arah dapur dekat kamar mandi. Kemudian, dirinya bersama rekan-rekannya langsung mendatangi sumber suara, dan mendapati Kosasih, yang sudah terkulai lemas di depan kamar mandi, sambil mengeluarkan busa dari mulutnya. “Sempat kami kasih bantal pak dia itu, tapi mulutnya langsung mengekuarkan busa dan tak sadar lagi,” imbuhnya.
Tak lama berselang, salah satu warga yang datang mengaku mengenali korban. Menurutnya, korban sopir truk tronton pengangkut semen yang bekerja di Mitra Raya. Ia juga sempat menghubungi pihak keluarga korban yang berada di Muaraenim.
“Ini Kosasih pak, sopir MR (Mitra Raya). Nanti keluarganya saya hubungi. Untuk identitasnya ada di truknya sekarang parkir di PTSB menunggu giliran antri,” ucap warga yang juga pengurus kendaraan Mitra Raya ini.
Sementara itu, Kapolres OKU, AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP melalui Kasat Reskrim AKP Hermianto SH didampingi Kapolsek Baturaja Timur, AKP saharudin yang berada dilokasi mengatakan, diduga korban meninggal lantaran over dosis mengkonsusmsi obat-obatan. Hal tersebut dipertegas dengan ditemukannya obat Polofar Plus disaku celannya.
“Anggota Satreskrim saat ini, tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan teman korban. Korban ini sopir, karena masih mengantri semen diduga korban ke panti pijat sembari menunggu. Yang diamankan sementara pakaian dan ada obat-obatan, untuk menyelidiki tewasnya korban. Jasadnya sudah dibawa ke RSUD untuk dilakukan visum,” pungkas Saharudin. (wil)

















