BATURAJA, fornews.co – Meski mendekam dalam ruang sempit yang dihalangi tembok tinggi dan jeruji besi di setiap sudutnya, kondisi tersebut tidak menghalangi warga binaan perempuan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Baturaja, yang beralamat di Jalan Imam Bonjol (Saranglang), Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), untuk berkreativitas.
Kreasi jemari berbahan baku tali kur untuk mengisi hari-harinya masa tahanan khususnya kaum hawa, bisa menghasilkan karya yang memukau. Kerajinan tangan yang diproduksi berupa tas berbagai ukuran, dengan kualitas tidak kalah dari kerajinan serupa yang dijual di butik atau toko tas pada umumnya.
Kepala Rutan Baturaja, Herdianto menuturkan, Rutan merupakan lembaga hukum yang bergerak dalam bidang perawatan dan pembinaan (rehabilitasi) bagi Narapidana dan tahanan. Berbagai upaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi wargabinaan senantiasa dilakukan oleh pihak Rutan Baturaja.
“Hal tersebut ditunjukkan dari beberapa kegiatan yang dikembangkan oleh warga binaan kami. Rutan Baturaja sebagai fasilitator, sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh warga binaan seperti warga binaan perempuan membuat kerajinan tangan dari tali kur menjadi sebuah tas yang berkualitas,” tuturnya kepada fornews.co Selasa (30/01/2018).

Retno (petugas Rutan Baturaja) instruktur warga binaan perempuan mengungkapkan bahwa kemampuan tersebut dapat terus berkembang ketika mereka sudah selesai menjalani hukuman di Rutan Baturaja.
“Untuk permasalahan kerajinan ini kurangnya modal untuk alat-alat yang di gunakan seperti tali kur serta furing, dan tidak tersedianya mesin jahit sehingga meenjadi hambatan tersendiri untuk meningkatkan kemampuan lebih,” timpalnya.
Mengingat potensi tersebut, Retno berharap, agar pemerintah setempat (Pemkab OKU) maupun pihak ketiga memberi perhatian berupa memberi perakatan penunjang produktivitas kerajinan sehingga bisa dipasarkan keluar.
“Karena sayang sekali hasil karya dari tangan-tangan warga binaan kami ini, tidak bisa dipasarkan di luar karena produktivitasnya yang masih terbatas,” ujarnya.
Untuk diketahui, berbagai karya dihasilkan warga binaan Rutan Baturaja, pernah dipamerkan di Citymall Baturaja, serta kegiatan pemberian remisi berupa daur ulang limbah kertas koran, produk olahan berbahan dasar kayu seperti meja dan kursi. Bahkan ini mendapat apresiasi masyarakat di Bumi Sebimbing Sekundang.
Sambung Herdianto, selain dalam bentuk kerajinan tangan, Rutan Baturaja dalam meningkatkan kemampuan warga binaannya juga memberi pembinaan berupa pelatihan budi daya ikan air tawar dan pertanian, yang sekarang dalam perbaikan.
“Ini juga merupakan salah satu program yang diharapkan ke depannya dapat bermanfaat bagi warga binaan setelah bebas nanti. Dengan kata lain, pemberdayaan melalui kegiatan positif diharapkan mampu menciptakan enterpreneur baru tanpa memandang status mereka,” ucapnya.
Menurut Herdianto, penjara bukanlah alasan untuk mengubur kreativitas dan karya-karya seseorang. Dengan sumber daya manusia yang berkualitas tantangan ke depan akan dapat dihadapi dengan baik.
“Selain itu, seluruh warga binaan didorong dalam pembinaan mental keagaamaan selama di Rutan Baturaja, agar kelak mereka bebas menjadi individu manusia yang berilmu juga beriman,” harapnya.
Herdianto juga menyampaikan, untuk pemasaran karya tangan warga binaannya tersebut, pihaknya masih mencari pihak ketiga yang berminat. Selain itu, pihaknya juga bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan sehingga karya dari wargabinaan rutan baturaja dapat dikenal minimal di wilayah OKU, ini.

Icha, warga binaan perempuan yang tersangkut masalah narkoba mengaku, setelah bebas dari Rutan akan mengembangkan usaha di bidang pembuatan tas dari tali kur yang didapatnya dari belajar pada saat menjalani hukuman.
Wanita yang divonis 4 tahun dan sudah dijalani 2 tahun ini merasa mendapat perhatian. Bahkan dirinya sangat senang dengan adanya kegiatan ini dia bisa berkreasi, yang justru tidak didapatnya di luar.
“Saya berharap kepada seluruh petugas Rutan Baturaja, agar senantiasa saling bersinergi saling memotivasi, kreatif dan dapat berinovasi dalam bekerja sehingga pembinaan di Rutan Baturaja, semakin baik ke depannya,” tandasnya. (gus)
















