
PALEMBANG-Suasana pemakaman keluarga di Taman Pemakaman Umum (TPU) Puncak Sekuning, Jalan Riau, Bukit Besar, Jumat (28/10) siang, mendadak hening dan terdengar isak tangis, sesaat Jenderal Pol Tito Karnavian mengumandangkan adzan di liang lahat almarhum sang ayah, Achmad Saleh.
Meski tetap tegar, namun terlihat cukup jelas raut muka dari Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) ini, cukup kelelahan. Meski demikian, Tito Karnavian tetap saja mengikuti semua prosesi penguburan ayah tercintanya. Selain keluarga dekat, tampak juga di pekuburan terserbut, pejabat dari pusat dan daerah. Seperti Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin, Gubernur Jambi Zumi Zola, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Wali Kota Palembang Harnojoyo, serta pejabat dari institusi kepolisian.
Usai dikebumikan, Gubernur Sumsel Alex Noerdin, yang mewakili keluarga Tito Karnavian menyatakan, permintaan maaf kepada semua pihak. “Bapak ibu sekalian, di usia 78 tahun pasti memiliki kekeliruan, baik sengaja maupun tidak sengaja. Kami atas nama keluarga, meminta ampun dan maaf. mari kita doakan agar almarhum semoga diampuni dosa-dosanya” ujar Alex, dihadapan semua pihak yang ikut mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhir.
Almarhum Achmad Saleh dikenal sebagai jurnalis senior di Palembang dan menjadi jurnalis sejak tahun 1960-an sebagai wartawan Radio Republik Indonesia (RRI). Sebelum dikebumikan, almarhum di salatkan di Masjid Al-Washliah, yang berada tidak jauh dari rumah duka. Tito sempat memberikan sambutan, usai salat jenazah di masjid tersebut. “Karena ayah saja tinggal di sini (Lorong Sambu), jadi para alim umama meminta jenazah disalatkan kembali di masjid yang tidak jauh dari rumah ini,” katanya. (tul)
















