
PALEMBANG-Wakil Gubernur Sumsel H Ishak Mekki menyatakan, penghargaan dan hormat kepada Bung Karno sebagai Bapak Bangsa dan tokoh pemuda, yang meneriakkan kalimat yang sangat terkenal dengan ‘Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia’ menimbulkan pertanyaan sendiri.
Apa relevansi bonus demografi Indonesia dengan pidato Bung Karno tentang sepuluh pemuda mengguncang dunia itu. “Jika kita merenung dan merefleksikan pidato Bung Karno, bahwa Bung Karno hanya membutuhkan pemuda-pemudi unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalam menatap dunia,” ujarnya, saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, pada upacara Hari Sumpah Pemuda, di lapangan kantor Gubernur Sumatera Selatan, Jumat (28/10).
Ishak yang langsung memimpin upacara tersebut melanjutkan, ketika Indonesia berhasil mengantarkan Pemuda Indonesia berusia 23 tahun, bernama Rio Haryanto ke level tertinggi balap mobil internasional F1, lalu tradisi emas di ajang Olimpiade Rio de Jeneiro Brasil melalui cabang olahraga bulutangkis, semua orang tahu peraih medali emas itu adalah Owi-Butet, anak muda berusia 27 dan 30 tahun, kemudian ada Joe Taslim, aktor muda yang berhasil mengguncang panggung Hollywood melalui Film Fast and Furious.
“Hari ini adalah hari kebangkitan anak muda Indonesia. Dengan kemajuan teknologi, pemuda-pemuda Indonesia dari Sabang sampai Merauke terus bergerak memberikan sumbangsih pemikiran dan gagasannya untuk kesejahteraan dan kebesaran Bangsa Indonesia, terutama di mata dunia,” tegasnya.
Kemudian, sambung Ishak, rasanya tidak cukup jika harus menuliskan semua nama pemuda Indonesia, yang hari ini mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Tokoh-tokoh pemuda yang disebutkan tadi hanyalah contoh untuk mengingat kembali pesan Bung Karno bahwa dengan pemuda yang hebat, benar-benar bisa menaklukkan dunia. “Mari kita buktikan dalam sejarah Indonesia. Untuk kesekian kalinya pemuda Indonesia menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia,” tandasnya. (tul)
















