BATURAJA, fornews.co – Ulama besar Palestina, Syeikh Ali Abu Shafia mengungkapkan, kondisi sekarang di negerinya bauwa lebih dari 1,8 juta penduduk setempat, telah kehilangan tempat tinggalnya akibat diusir oleh zionis Israel.
“Kami sekarang terpaksa tidur di tenda pengungsian, dan mengungsi karena diusir tentara Israel yang kejam,” ungkapnya, saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis (24/08).
Ironisnya lagi kata dia, umat muslim di Palestina, saat ini tidak bisa lagi beribadah dan mengumandangkan azan di Masjidil Aqso, karena dilarang tentara Israel. “Mereka melarang umat muslim karena ingin menghancurkan Masjidil Aqso, karena meyakini dibawah masjid kebanggaan Islam itu ada kuil Nabi Sulaiman AS. Padahal itu hanya propaganda saja,” sesalnya.
Pada kesempatan itu, Syeikh Ali memperlihatkan rekaman video tentang kondisi terakhir di Palestina dan Masjidil Aqso. “Lihatla bagimana kejamnya tentara Israel itu,” beber Syeikh Ali yang langsung disambut deraian air mata mahasiswa STAI Baturaja.
Sementara Ketua STAI Baturaja, Yose Rizal Fajri mengaku, prihatin atas kondisi Palestina dan berharap umat Islam di Indonesia, bersatu padu memberikan bantuan baik moril maupun materil. Yose sendiri mengaku sangat bangga telah dinobatkan sebagai duta Palestina di OKU oleh Syeikh Ali.
Yose menjelaskan, sengaja mengundang ulama besar Palestina, ke kampusnya agar bisa mengetuk hati seluruh mahasiswa untuk ikut ambil bagian memberikan bantuan kepada warga Palestina. “Ingat jihad itu bukan hanya sekedar berperang saja. Namun ikut membantu menggalang dana dan mendoakan juga adalah bagian dari jihad,” katanya.
Usai memberikan kuliah umum di STAI Baturaja, selanjutnya Syeikh Ali langsung memberikan ceramah agama di Masjid Al Hidayah, Kecamatan Lubukraja, OKU. “Setelah ini mereka langsung ke Lahat,” pungkas Sekretaris ICMI OKU, H Hasan HD. (gus)

















