
PALEMBANG, fornews.co-Lintasan (track) sirkuit MotoGP Jakabaring, bakal menggunakan teknologi vacuum, yang memang sesuai dengan kondisi tanah lunak (rawa) di kawasan Jakabaring, Palembang.
“Inilah metode (teknologi) yang paling cepat. Memang banyak metode yang bisa digunakan, tapi lebih mahal dan lebih lama. Jadi inilah yang lebih cepat dan lebih murah,” ungkap Gubernur Sumsel H Alex Noerdin kepada wartawan, usai menerima Pimpinan Proyek Jalan Tol Trans Sumatera ruas Palembang-Indralaya hasan Turcahyo (Hutama Karya), di Griya Agung, Rabu (01/03).
Alex menjelaskan, mengapa sirkuit MotoGP Jakabaring menggunakan teknologi vacuum, karena kawasan itu masih rawa. Lagipula, teknologi vacuum ini sebenarnya pernah digunakan di Swedia pada tahun 1950an. Jadi bukan teknologi baru, hanya peralatannya saja yang diperbaharui, sehingga lebih efektif, efisien dan lebh cepat.
“Teknologi ini paling banyak di gunakan di Tiongkok, yang ribuan kilometer jalannya menggunakan teknologi ini. Inikan tidak jauh dari Jakabaring, mungkin tak lebih dari 10 kilometer. Jadi kalau mau cepat, lebih murah dan lebih reliable dan bisa dipercaya, ya menggunakan teknologi ini (vacuum)”, jelasnya. (tul)

















