PALEMBANG, fornews.co – Hendri Zainuddin sudah mantap dan yakin maju sebagai calon ketua umum KONI Sumsel pada Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Sumatra Selatan akhir Juli mendatang.
Tidak main-main, untuk pencalonannya ini, sudah hampir 60% KONI kabupaten/kota yang siap mendukung. Sementara untuk cabang olahraga, HZ menyebut baru ada 20 dari 51 Pengprov cabor di bawah KONI Sumsel yang menyatakan dukungannya.
“Tinggal ambil surat dukungan. Target suara ya kalau bisa aklamasilah. Jangan sampai untuk kepentingan olahraga bersama ini terjadi ribut-ribut tarik menarik dukungan sehingga hasilnya juga tidak bagus. Kita berharap Musorprovlub ini berjalan lancar tanpa halangan,” kata HZ usai silaturahmi dengan pengurus KONI kabupaten/kota dan Pengprov cabor di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (09/07).
Menurut HZ, dengan telah mengundang pengurus cabor dan KONI, serta menyampaikan visi misi, artinya niat untuk maju sebagai sebagai calon ketua umum KONI Sumsel sudah bulat dan serius.
“Saya mengundang pengurus cabor ini untuk menyampaikan visi dan misi bahwa ingin serius mengurus olahraga di Sumatra Selatan. Di Sumsel ini semua ada, fasilitas olahraga internasional, dana yang melimpah, tapi kita ketahui prestasi olahraga Sumsel macet. Dari situ saya terpanggil untuk membuat Sumsel bangga dengan olahraganya,” tutur HZ.
Untuk mewujudkan itu semua, lanjut HZ, setiap cabor akan diberdayakan dengan luar biasa. Karena menurut HZ, sebenarnya di KONI ini sudah banyak payung hukumnya. Ada UU Olahraga, Perda dari Gubernur, dan lain-lain.
“Tinggal bagaimana kita mengkomunikasikan dan mengaplikasikan aturan itu kepada semua pihak terkait,” katanya.
Dalam visi misi yang dijabarkannya, HZ menerangkan akan membuat program jangka pendek dan jangka panjang. Dimana untuk jangka panjang di Sumsel ini harus punya cabor andalan yang bisa mendunia. Seperti halnya Lampung yang dikenal sebagai pusat pembinaan angkat besi. Di Sumsel ada tiga sampai empat cabor yang bisa dijadikan prioritas pembinaan yaitu wushu, atletik, catur dan anggar. Bagaimana dari empat cabor itu bisa menghasilkan atlet-atlet yang luar biasa dan identik dengan daerah ini.
“Untuk jangka pendek tentunya di hadapan kita semua akan ada Porprov, Porwil, dan PON Papua 2020. Persiapan untuk ketiga event tersebut harus maksimal sehingga hasilnya juga membanggakan,” tukasnya. (ije)

















