PALEMBANG, fornews.co – Meski putaran pertama Liga 2 2019 baru memasuki pekan 4, namun Sriwijaya FC sudah berancang-ancang melakukan perekrutan pemain jelang putaran kedua.
Hal itu disampaikan Manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin, Selasa (09/07) sore. Menurut HZ, dirinya sudah berkomunikasi dengan Pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi mengenai penampilan Laskar Wong Kito di empat laga ini. Hasilnya, pemain yang saat ini dimiliki Sriwijaya menunjukkan performa bagus.
“Akan tetapi untuk membuat lebih baik lagi, kita akan mengambil 5 sampai 6 pemain lagi di transfer putaran kedua bulan Agustus. Pemain yang kita ambil itu kelas Liga 1 semua,” ujar HZ usai silaturahmi dengan KONI kabupaten/kota se-Sumsel dan Pengprov cabang olahraga di Hotel Swarna Dwipa, Selasa (09/07).
Diterangkan HZ, perekrutan nanti bisa menambah 2 bek, 2 gelandang, 1 atau 2 striker. Adapun yang mendasari hal ini, ujar HZ, semata-mata untuk menjaga performa tim selalu di puncak guna mengamankan tiket promosi otomatis ke Liga 1 di akhir musim.
“Kita tidak bisa main-main lagi. Sebab Liga 1 dengan Liga 2 sangat berbeda sistemnya. Di Liga 2 ini kalah satu atau dua kali akan berbeda ceritanya dengan kekalahan di Liga 1. Karena kompetisi di Liga 2 ini cepat perputarannya, babak reguler hanya 22 pertandingan, lalu masuk 8 besar untuk mencari yang terbaik. Kalau sudah 8 besar, tidak boleh kalah untuk memastikan tiket promosi,” paparnya.
HZ menambahkan, informasi dari Mas Kas yang musim lalu menangani Kalteng Putra, jelang babak 8 besar akan dibuka lagi transfer pemain.
“Lolos 8 besar kita ambil lagi pemain. Jika Sriwijaya punya 50 pemain tidak masalah asal lolos ke Liga 1,” kata HZ.
Meski demikian, niat Sriwijaya untuk merekrut pemain yang saat ini terdaftar di klub Liga 1 bukan perkara gampang. Sebab pastinya pemain di klub Liga 1 jarang dilepas. Maka solusinya adalah peminjaman.
“Saya akan berupaya keras melobi semua tim untuk meminjamkan pemainnya yang dicadangkan. Oleh karena itu saya pantau medsos untuk mendapat informasi soal pemain yang kualitasnya bagus tapi kalah bersaing dan hanya menjadi cadangan,” tukasnya. (ije)

















