PALEMBANG, fornews.co – Tidak hanya aksi walk out (WO), kubu calon Ketua DPD Partai Golkar Sumsel Andi Dinialdie menyatakan mosi tidak percaya terhadap pelaksanaan dan hasil Musda X Partai Golkar Sumsel.
Pendukung Andi melakukan aksi WO setelah calon yang diusung dinyatakan panitia verifikasi dan pimpinan sidang tidak memenuhi syarat dukungan. Sebab dari hasil verifikasi, dukungan sah yang dikantongi Andi hanya 2 suara. Padahal dari data yang dimiliki kubu Andi, ada 13 DPD II yang mendukung Ketua AMPI Sumsel tersebut.
Perwakilan pendukung Andi Dinialdie, Muzakir Sai Sohar mengatakan, harapan mayoritas pendukung Musda kali ini berjalan lancar dan cepat. Bahkan Muzakir memperkirakan setelah pembukaan Rabu (04/03) siang, Musda sudah selesai dan ditutup malam harinya. Hal itu didasari keyakinan Andi menang karena mengantongi dukungan lebih banyak dari Dodi Reza Alex.
“Namun dalam perjalanan Musda ini banyak pelanggaran yang terjadi mulai dari tata tertib, juklak, dan peraturan organisasi Partai Golkar,” ujar Muzakir didampingi pendukung lainnya kepada wartawan, Kamis (05/03) jelang tengah malam.
Menurut Muzakir, salah satu pelanggaran yang terjadi adalah tidak dilaksanakannya Juklak 2/DPP/Golkar/II/2020 pasal 38 tentang tata cara pemilihan ketua/ketua formatur poin (B) ayat ayat a, b, c, d, e dan f. Dalam huruf e disebutkan Pemeriksaan faktual sebagaimana dimaksud huruf c adalah proses konfirmasi dan klarifikasi terhadap keabsahan surat dukungan tertulis dari pemegang hak suara. Dalam hal ini, panitia verifikasi dan pimpinan sidang Musda X tidak melaksanakan sebagaimana diatur dalam juklak tersebut.
“Kalau boleh kita gambarkan pimpinan sidang ini otoriter. Yang harusnya mengedepankan musyawarah secara demokratis tapi ini tidak diindahkan,” sesal mantan Bupati Muara Enim ini.
Oleh karena itu, lanjut Muzakir, 13 DPD II yang menjadi peserta Musda dan mendukung Andi Dinialdie sangat menyesalkan munculnya friksi mengenai 11 pemilik suara yang dinyatakan memberikan dukungan ganda. Akan tetapi panitia verifikasi dan pimpinan sidang Musda X tidak melaksanakan sebagaimana diatur dalam juklak yaitu pemeriksaan faktual keabsahan surat dukungan tertulis dari pemegang hak suara.
“Harusnya kan ada proses konfirmasi dan klarifikasi. Jangan serta merta langsung dianulir yang ganda ini,” tuturnya.
Muzakir menegaskan, merespons berbagai pelanggaran tersebut, maka dari itu 13 DPD ini menyatakan mosi tidak percaya terhadap proses pelaksanaan Musda X Partai Golkar Sumsel ini. Selanjutnya Muzakir meminta Musda X Golkar yang sedang berlangsung untuk dibatalkan dan selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada DPP Partai Golkar. Hal ini sesuai dengan sebagaimana diatur dalam Juklak 2/DPP/GOLKAR/II/2020 pada Pasal 30 (10) apabila Musda Provinsi sebagaimana dimaksud ayat 9 tidak berjalan tertib dan lancar, Dewan Pimpinan Pusat Partai GOLKAR dapat memindahkan tempat pelaksanaan Musda Provinsi.
“Jadi kami yang mayoritas mendukung Andi sepakat tidak melanjutkan Musda ini sampai berakhir,” ujarnya.
Ketua DPD Partai Golkar Muara Enim ini juga mempertanyakan proses pemilihan hingga ditetapkannya Dodi Reza Alex sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumsel lima tahun kedepan. Sebab Dodi boleh mengklaim memenuhi syarat dukungan tapi belum tentu memenuhi syarat dalam pemilihan.
“Kita milih saja belum bagaimana dinyatakan sebagai pemenang. Kalau dia (Dodi) dianggap sah (sebagai pemenang Musda) dalam konteks cuma 8 suara itu, syarat 50+1 itu mana? Peserta ini kan 23 suara, kalau cuma 8 kan tidak memenuhi 50+1,” papar Muzakir.
Selanjutnya, tambah Muzakir, pernyataan mosi tidak percaya ini akan segera disampaikan ke DPP juga pimpinan sidang Musda. Sehingga nanti DPP yang akan mem-follow up apa yang disampaikan dan dikehendaki.
“Segera kita sampaikan, karena sebenarnya target DPP tanggal 5 Maret ini Musda seluruh Indonesia harus selesai. Tapi tentunya semua tergantung kebijakan DPP seperti apa. Apapun keputusan DPP kami patuh dan taat,” tukas Muzakir. (ije)

















