PALEMBANG, fornews.co-Wali Kota Pangkal Pinang, M Irwansyah, kerap menjadi perbincangan dikalangan publik politik di Sumsel. Pasalnya, nama Irwansyah masuk salah satu bursa Calonan Wakil Gubernur (Cawagub) Sumsel periode 2018-2023.
Menanggapi hal tersebut, Irwansyah mengungkapkan, bahwa tidak ada alasan baginya untuk tidak mengabdikan diri di tanah leluhur dan tempat kelahiran sang ibu, Nyimas Djamilah. “Saya hanya mengajak masyarakat Sumsel dan diri saya sendiri, untuk berdoa agar siapapun yang terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel adalah orang-orang pilihan Allah, yang benar-benar membawa Sumsel ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.
Irwansyah mengakui, kalau bukan siapa-siapa dan hanya manusia biasa. Tapi untuk membangun Sumsel yang lebih baik, tentu butuh dukungan moral maupun spiritual dari teman dan senior di Sumsel. “Saya senantiasa setiap hari mengikuti kata hati sendiri, memohon doa kepada Allah agar dituntun ke jalan Allah yang Haq. Kemudian mengunjungi senior-senior partai, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh Sumsel dan mantan-mantan gubernur yang sebelumnya memimpin sebelum Alex Noerdin,” ujarnya.
Saat disinggung tentan program, pria yang akrab disapa Wawan itu menerangkan, nanti akan memanggil teman-teman yang sudah bekerja di Pangkal Pinang yang membangun Green Hospital, dan arsitek-arsitek ternama di Indonesia untuk melihat Sumsel secara makro dan mikro.
“Masih banyak keunggulan-keunggulan yang ada di tiap kabupaten/kota di Sumsel yang perlu disentuh. Tidak membutuhkan dana yang besar, asal disentuh dengan konsultan yang pas dan komunikasi yang baik antara kabupaten/kota dan provinsi, saya yakin Sumsel akan lebih mendunia dan lebih banyak kunjungan wisata,” terangnya.
Terkait pembangun yang terpusat di Palembang, Bendahara DPD PDIP Bangka Belitung itu memaparkan, modal utama membangun provinsi, seperti halnya membangun Pangkal Pinang, tidak terlepas dari dukungan dari mulai tingkat kecamatan. Kalau satu saja yang timpang, maka akan terlihat ada kesenjangannya. Begitu juga di level provinsi, kalau bisa merangkul 17 kabupaten/kota dengan berdiskusi tentang banyak hal, terlebih apa yang menjadi andalan kota.
“Seperti Pagaralam yang punya keindahan alam, harus dirangkul dan mengajak konsultan pariwisata yang pas. Itu akan disuport dari dan-dana provinsi melalui dana hibah, saya yakin Rp20-50 miliar dari tiap provinsi itu sesuatu yang sangat berharga, minimum. Apalagi kalau bupati/walikotanya punya konsep yang jelas. Saya yakin dan percaya dengan APBD Sumsel yang luar biasa, akan mampu membangun bersama kabupaten/kota,” tandasnya. (tul)

















