
PALEMBANG-Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel H Mukti Sulaiman menyatakan, upacara Hari Kesaktian Pancasila merupakan eksistensi dan resistensi bangsa Indonesia untuk membela dengan mempertahankan ideologi dan dasar negara pancasila dari rong-rongan ideologi komunis.
Jadi, pada era demokratisasi dan kebebasan berekspresi ini, mari rapatkan barisan dan perkuat diri dengan nilai-nilai dan jiwa Pancasila. “Kita wajib menolak melawan setiap upaya tindakan Komunis Gaya Baru (KGB) yang akan menghidupkan kembali paham dan ideologi komunis yang bertentangan dengan ideologi Pancasila,” ungkap Mukti Sulaiman, saat membacakan amanat dari Gubernur Alex Noerdin, pada upacara Hari Kesaktian Pancasila, Senin (03/10).
Mukti menerangkan, menelandani momentum Kesaktian Pancasila, maka perlu dibangkitkan kewaspadaan terhadap gerakan KGB dengan memperkuat pemahaman Pancasila ideologi dan dasar negara. “Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila, mari kita jadikan sebagai upaya melestarikan, mengamalkan, mengembangkan pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tukasnya.
Mukti Sulaiman mengatakan, peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang dikenal dengan G 30 S/PKI merupakan tragedi dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Dimana Partai Komunis Indonesia (PKI) melakukan tindakan makar dengan membunuh 7 orang jenderal setelah menculik dan menyiksa keji tanpa peri kemanusiaan.
Gugurnya tujuh Jenderal sebagai Pahlawan Revolusi menyadarkan, bahwa PKI berusaha mengubah ideologi dan dasar Negara Indonesia Pancasila Menjadi ideologi dan dasar negara komunis. “Hal ini sangat bertentangan dengan cita-cita dan tujuan Bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945,” tutupnya. (tul)

















