PALEMBANG, fornews.co-Bagi masyarakat Sumsel yang akan menjadi calon jamaah haji atau hanya ingin berangkat umroh, serta yang cuma sekadar berjalan-jalan melihat Ka’bah, sekarang sudah ada di kawasan terpadu embarkasi haji, yang berada di samping Asrama Haji Palembang.
Kawasan Terpadu Embarkasi Haji Provinsi Sumsel ini sudah dilengkapi bangunan replika Ka’bah dengan ukuran yang sebenarnya, Lintasan Sa’i, tempat latihan melempar jumroh, mock-up pesawat jenis Airbus 320, Museum Islam, dan hotel Syariah.
Nantinya, para jamaah dapat belajar dalam menggunakan kamar kecil di dalam pesawat mengingat jarak dari Indonesia menuju Tanah suci Mekah sangat panjang. Untuk Lintasan Sa’i, letaknya diantara bukit Safa dan Marwa, memiliki panjang 450 meter dengan suasana Lintasan Sa’i seperti bentuk sebenarnya, dan dengan interior menyerupai seperti yang ada di komplek Masjidil Haram. Nantinya, kawasan ini bisa digunakan oleh seluruh calon jemaah haji dan jemaah umroh di Sumsel, untuk manasik sebelum menjalankan Ibadah Haji di Tanah suci.
Semua yang ada dalam kawasan terpadu yang dibangun Pemprov Sumsel sejak 17 Mei 2014 lalu itu, ternyata baru diresmikan langsung oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, Selasa (08/08) di Asrama Haji Palembang.
Saat akan meresmikan, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin menyampaikan, bahwa Kawasan Terpadu Embarkasi Haji Provinsi Sumsel ini satu-satunya Provinsi di dunia yang memiliki kawasan terpadu embarkasi haji. Namun, sambung Alex, semua ini semata-mata untuk kepentingan umat. “Hanya Sumsel yang konsisten dengan kesejahteraan masyarakat. Banyak provinsi yang lebih kaya dari Sumsel. Tapi Alhamdulillah, hanya Sumsel yang punya kawasan terpadu embarkasi haji,” ujarnya.
Alex mengungkapkan, setelah diresmikan ini, seluruh calon jamaah haji dan umroh di Sumsel bisa memanfaatkan kawasan terpadu embarkasih tersebut. Selain itu, kawasan terpadu ini akan menjadi icon dan wisata religi baru di Sumsel dan ini diperuntukkan untuk seluruh masyarakat di Sumsel.
“Makna dari tempat ini luar biasa. Kawasan terpadu ini akan menjadi icon dan wisata religi baru di Sumsel dan ini diperuntukan untuk seluruh masyarakat di Sumsel. Mari kita bersatu bersama-sama membangun daerah ini,” tandasnya. (tul)

















