SRAGEN, fornews.co – Wakil Gubernur Sumatra Selatan, Mawardi Yahya menegaskan, pihaknya tidak merasa gengsi untuk belajar ke daerah lain dalam upaya mengentaskan kemiskinan di Provinsi Sumsel.
“Ya, tidak usah gengsilah. Belajar itu sangat penting demi kemajuan Sumsel,” kata Mawardi di hadapan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, usai meninjau Kantor Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK), Sragen, Jawa Tengah, Jumat (25/01).
Menurut Mawardi, Kabupaten Sragen memiliki UPTPK yang baik dan menamg difokuskan untuk mengurusi masyarakat miskin, sehingga penyaluran bantuan dari pemerintah daerah tepat sasaran.
“Kami melihat Kabupaten Sragen jauh lebih baik dibandingkan Sumsel. Kalau Sumsel baru mulai mendata, memperbaiki data, siapa yang berhak menerima bantuan,” terangnya, seraya menambahkan jika kepala daerah di Sumsel harus berperan aktif, sejalan dengan gubernur dalam mengentaskan kemiskinan di Sumsel.
“Ini tugas bersama yang harus diselesaikan. Bukan hanya peran gubernur dan wakil, namun juga peran dari kepala daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, pihaknya memiliki komitmen untuk mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.
“Bentuk komitmen yakni dengan adanya kantor Unit Pelayanan Terpadu Pengentasan Kemiskinan. Di sini sudah tersedia pelayanan untuk masyarakat kurang mampu,” katanya.
Bupati Kusnidar mengakui, angka kemiskinan di Kabupaten Sragen memang cukup tinggi, namun pihaknya terus menekannya melalui sejumlah program.
“Kita juga ada program beasiswa bagi mahasiswa, pembinaan UMKM, dan kita ada produk unggulan batik. Saya ucapkan terima kasih atas kunjungan ke Sragen dan kita berharap dapat belajar bersama-sama dalam mengentaskan kemiskinan,” tandasnya.(bas)

















