KAIRO, fornews.co — Lazismu DIY didukung Persatuan Organisasi Pengelola Zakat (Poroz) menyalurkan bantuan melalui Al Khair Warehouse, Kairo, Mesir untuk menghadapi musim dingin di Palestina.
Lazismu dan Poroz telah sampai di Kairo, Mesir, pada Senin, 25 Februari 2025, sejak keberangkatan dari Indonesia pada Sabtu lalu.
Dilaporkan Lazismu ke redaksi fornews.co, sebanyak 13 truk berisi bahan makanan pokok, Hygiene Kit, pakaian musim dingin, dan perlengkapan untuk bertahan dalam dalam cuaca ekstrim serta kondisi darurat telah sampai di gudang Kairo.
Alfis Khoirul Khisoli, perwakilan Lazismu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut apa yang dihimpun Lazismu setidaknya membantu meringankan beban rakyat Palestina akibat serangan Zionis Israel.
Bantuan yang diberikan melalui Al Khair Warehouse merupakan bukti nyata kepedulian rakyat Indonesia terhadap penderitaan bangsa Palestina.
“Ini bukan sekadar bantuan materi, tetapi, juga pesan solidaritas dan kasih sayang dari rakyat Indonesia untuk Palestina,” tulis Alfis Khoirul Khisoli dalam laporannya melalui pesan singkat whatsapp Selasa siang, 25 Februari 2025.

Bantuan itu terdiri dari alat-alat kebersihan (Hygiene Kit), sayur-sayuran segar, tenda, matras untuk menghadapi musim dingin, dan paket Iftar Ramadan.
Dalam misi kemanusiaan, Lazismu tidak main-main membantu rakyat Palestina. Mereka secara langsung terjun ke lokasi sekaligus memantau proses pembuatan tenda hunian sementara (Huntara).
Proses pembuatan tenda hunian sementara itu berada di Ismailiyah, Mesir, sebelum akhirnya dikirim ke Gaza.
“Tenda ini bukan sembarang tenda dengan tiga lapisan material pelindung,” terang Alfis.

Tenda hunian sementara yang dibuat itu berukuran 4×4 meter untuk kapasitas 5-6 orang.
Tenda huntara memiliki rangka besi yang kuat dilapisi terpal berkualitas tinggi.
“Jadi, jika ada percikan api atau kebakaran kecil akan sulit merembet,” katanya.
Awalnya, kata Alfis, tenda hunian dibuat di Turki. “Namun, sekarang bisa dibuat di Mesir.”
Alasan dibuat di Mesir karena akses pengiriman ke Palestina dirasa dimudahkan.

Bantuan yang dikirimkan ke Palestina adalah hasil dari donasi rakyat Indonesia terkhusus dari masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pihaknya terus membuka donasi bagi siapapun yang ingin turut berkontribusi dalam Program Lazis Muhammadiyah (Lazismu) melalui Lazismu DIY.
“Lazismu terus mengajak kita semua untuk membantu saudara-saudara di Palestina yang kehilangan tempat tinggal akibat perang,” pungkasnya. (adam)

















