Melintas Tengah Malam, Gajah Liar Rusak Perkebunan Warga Desa Ulak Kembang

Gajah liar Sumatra. (ilustrasi/net)

SEKAYU, fornews.co – Warga Desa Ulak Kembang, Kecamatan Batanghari Leko, Musi Banyuasin (Muba) dikejutkan dengan kondisi rusaknya lahan perkebunan mereka, pada Kamis (22/11) sekitar pukul 03.00WIB.

Diduga kuat, rusaknya tanaman dikebun warga tersebut akibat dari kawanan gajah liar yang melintas di wilayah tersebut. Mendapati persitiwa tersebut, warga langsung melaporkan kejadian itu ke camat setempat.

“Tidak ada korban jiwa, hanya saja tanaman perkebunan milik warga ada yang rusak dan karena gajah tersebut menerobos perkebunan warga,” ungkap Camat Batang Hari Leko, Nwardi Endang, Kamis (22/11).

Endang menjelaskan, setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya juga hari ini meneruskan laporkan Ke Pemkab Muba dan segera berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Meranti, terkait adanya  gajah yang masuk ke perkebunan warga.

“Tadi kami imbau juga kepada warga, ketika dihadapkan dengan kondisi tersebut untuk menghindar dan tidak untuk menyakiti gajah yang sedang melintas,” jelasnya.

Mendapat informasi dari camat, Sekda Muba, Drs Apriyadi MSi langsung menggelar rapat teknis untuk pencegahan dan penanggulan lanjutan. Saat ini, pihaknya sedang melakukan upaya dengan pihak – pihak terkait.

“Kita sedang Kordinasi Dengan KSDA, Kementrian KLHK dan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Sumsel, serta BKSDA Provinsi untuk penganggulangan dan akan mengambil langkah-langkah konkrit, untuk upaya penanggulangan dan pencegahan kedepanya,” terangnya.

Apriyadi menyampaikan, atas instruksi Bupati Muba Dodi Reza Alex, pihaknya langsung menugaskan Tim Pemkab Muba bersama tim teknis untuk segera turun ke lapangan dan memantau kondisi warga. Kemudian mengimbau dan mengedukasi warga, untuk berhati-hati dan waspada, sehingga warga tidak menjadi korban amukan gajah.

“Gajah yang lewat di daerah perkebunan warga itu dominan di perkebunan kelapa sawit. Namun kita juga harus menjaga dampak dari akibat gajah lewat, agar dapat diminimaliris. Warga juga sebaiknya menginventarisir kerusakan kebunan mereka. Kita minta juga, kepada tim untuk mengedukasi dan mengimbau warga untuk jangan membunuh gajah liar itu,karena masih dilindungi oleh negara,” katanya.

Kadisbun Muba, Drs Iskandar Ssyahrianto, MH menjelaskan, pihaknya a bersama Tim KPHP dan Dinas Kehutanan Sumsel serta BKSDA segera menerjunkan  tim untuk menanggulangi dampak dan pencegahan lanjutan, sehingga dampak dari kejadian tersebut dapat diminimalisir.

“Tim Dinas perkebunan Muba segera turun dan mendata kebun warga yang rusak, membantu para petani yang kebunnya rusak dan kita akan berkordinasi untuk memulihkan kembali kebun warga. Kita juga harapkan partisipasi perusahaan sekitar, seperti perkebunan MBI, Mitra Ogan untuk membantu mengantisipasi dengan menugaskan petugas mereka patroli bersama dengan tim kita,” tandasnya. (tul)

Loading...