
PALEMBANG-Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Ishak Mekki menyatakan, Kepala SMA/SMK tidak mungkin melaksanakan tugas dengan cara yang biasa-biasa saja, melainkan harus ada inovasi dan kreativitas untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Seluruh kepala SMA/SMK di Sumsel diharapkan agar mampu berprestasi. Jadi, harus bekerja keras dan bekerja cerdas, serta memaknai era digital sebagai peluang. Karena, teknologi bisa berdampingan dengan pendidikan dalam rangka meningkatkan mutu dan layanan pendidikan.
“Semua ini untuk memastikan bahwa sekolah negeri dan swasta itu setara. Semua mempunyai kesempatan yang sama, untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan mendorong kepala sekolah agar bisa menciptakan layanan pendidikan yang berstandar nasional bahkan internasional. Saya ingin memastikan kepala sekolah sanggup bekerja keras dan mampu melakukan inovasi serta terkoneksi satu sama lain memimpin SMA/SMK di Sumsel,” ungkap Ishak Mekki, saat membuka seminar nasional Dewan Pendidikan Provinsi Sumsel, tentang Implementasi Undang-Undang No. 23 tahun 2014 tentang pembagian urusan pendidikan antara pemerintah pusat dan daerah, di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Selasa (15/11).
Ishak melanjutkan, ke depan tidak ingin lagi mendengar adanya keluhan pada layanan yang berubah, melainkan harus lebih baik. Begitu juga Dinas Pendidikan dan kepala sekolah dalam menyusun regulasi, agar permasalahan yang selama ini menjadi sorotan. Mulai dari penerimaan siswa baru yang tidak transparan; pengangkatan kepala sekolah tanpa melihat kompetensi dan prestasi, kualitas guru yang rendah; sarana prasarana belajar; dan persoalan lain.
Khusus Kepala SMK, Ishak meminta memahami dengan baik Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK serta harus betul-betul proaktif dan membangun kemitraan dengan dunia usaha dan industri. “Petakan apa yang menjadi keunggulan, kelemahan, peluang dan tantangan di masing-masing sekolah. Mulai saat ini, bangun komunikasi, koordinasi dan singkronasi program terbaik untuk masa depan anak-anak di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Ishak yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sumsel ini menuturkan, pembangunan pendidikan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan daya saing. Untuk itu, Sumsel menjadikan pendidikan sebagai program strategis dan perioritas serta menjadi point penting dalam kerangka pembangunan Sumsel kedepan.
“Sesuai dengan tema seminar nasional ini, semua bertemu untuk berkomitmen melaksanakan tugas sebagai aparatur pendidikan khususnya pada jenjang Sekolah Menengah sesuai ketentuan UU Nomor 23 tahun 2014. Pemerintah Provinsi bertanggung jawab atas pendidikan setingkat SMA/SMK,” tuturnya. (tul)
















