
Asisten III Setda Sumsel Ahmad Najib dan Sensemaking-U.S. PACOM Fellowship Dr. Steve Chan, serta Pacific Command Outreach Directorate Stephen Frano, pada pertemuan dalam rangka penyerahan hibah sarana ICT untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018 dari Amerika Serikat, di Ruang Rapat Bina Praja, Senin (10/10). (foto humas pemprov sumsel)
PALEMBANG-Sebagai tuan rumah penyelenggaraan Asian Games 2018, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel bakal mendapatkan bantuan alat Information Communication Technologi (ICT) atau teknologi informasi komunikasi dari PACOM Fellowship, perusahaan besar di Hawai, Amerika Serikat.
Alat tersebut bernama Irwin TM, yakni alat pengumpulan data dan Analytics on Analytics (A2O) TM, yang akan digunakan untuk memproses data yang sudah di kumpulkan serta dapat mendeteksi langsung permasalahan yang ada di dalam sistem.
Sensemaking-U.S. PACOM Fellowship Dr. Steve Chan mengatakan, begitu alat ini terhubung dan terkoneksi, maka akan mendeteksi jika adanya kejanggalan atau masalah dalam kelistrikan. Selain itu, permasalah lain yang biasa di temui adalah kecepatan internet, dengan peralatan ini dapat juga digunakan untuk peningkatan kecepatan internet.
Steve Chan memaparkan, dari data mereka Indeks ICT Indonesia berada di peringkat 109 dunia yang menandatakan masih lemahnya kwalitas Internet Indonesia. “Seperti pada Forum Ekonomi Dunia yang dilaksanakan di Jakarta tahun 2015 lalu, kegiatan ini juga didukung oleh peralatan dari kita,” paparnya, saat bertemu dengan Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sumsel Ahmad Najib dan Pacific Command Outreach Directorate Stephen Frano, dalam rangka penyerahan hibah sarana ICT untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018 dari Amerika Serikat, di Ruang Rapat Bina Praja, Senin (10/10).
sementara, Asisten III Ahmad Najib mengungkapkan, jika dihitung, nilai bantuan teknologi ini mencapai puluhan milyar rupiah, berupa peralatan canggih yang akan digunakan untuk mengontrol ketersediaan listrik dan fasilitas lainnya selama Asian Games.
“Sumsel mensukseskan Asian Games dengan menggunakan teknologi tinggi, untuk mencegah terjadinya problem seperti listrik padam yang dapat mengakibatkan banyak hal terganggu dan jelas akan merugikan. Melalui alat ini, semua kemungkinan masalah yang terjadi akan terdeteksi lebih awal sehingga bisa dilakukan upaya pencegahan. Ini tindak lanjut dari pertemuan Gubernur Sumsel Alex Noedin dengan duta besar Amerika Serikat di Griya Agung Palembang beberapa waktu lalu,” ungkapnya.
Najib melanjutkan, karena teknologi canggih ini sangat mahal, maka perlu dilakukan pelatihan untuk pengoperasiannya dan perlu dioperasikan oleh orang-orang yang mempunyai kemampuan berfikir teknologi tinggi. “Staf kita yang terkait nanti akan dilatih agar bisa mengoperasikan peralatan ini. Jadi kita sangat berterima kasih atas bantuan ini selain karna Asian Games juga selanjutnya dukungan ini bisa berkelanjutan,” terangnya.
Najib menambahkan, ada dua peralatan yang sudah diterima dan akan dikoneksikan dengan peralatan lainnya yang sudah ada. Hal yang terpenting saat ini adalah bagaiman SDM yang akan mengoperasikannya. “Akan datang lagi beberapa, semuanya cukup mahal. Akan kita tempatkan di Kawasan Jakabaring Sport City,” tandasnya. (tul)

















