PALEMBANG, fornews.co – Pelatih Sriwijaya FC (SFC) Rahmad Darmawan menilai kesempatan bermain di luar negeri bagi pemain Indonesia masih langka dan harus dimanfaatkan dengan baik.
“Saya rasa akan sangat bermanfaat sekali bagi pemain Indonesia yang punya kesempatan bermain di luar negeri. Karena pengalaman itu tidak bisa dibeli. Sebab pengalaman akan sangat penting bagi pemain yang bersangkutan untuk lebih tahu tentang sepak bola di luar negeri yang mungkin berbeda dengan sepak bola di Indonesia,” ujar RD.
Selain itu, RD juga mengatakan, berkompetisi di luar negeri juga merupakan bagian dari pengayaan ilmu tentang taktik dan strategi bermain sepak bola. “Namanya belajar ya dimana saja dan kapan saja. Tinggal bagaimana pemainnya memanfaatkan kesempatan yang ada,” tuturnya.
RD menambahkan, dengan bergabungnya pemain Indonesia ke klub di negara lain akan sangat bermanfaat bagi sikap profesional yang meningkat. Sebab seiring pemain itu berada di negeri orang maka dia akan mengatur dirinya secara baik.
“Mungkin selama ini dia menjadi pemain bintang di Indonesia, akan tetapi di luar negeri mungkin tidak ada yang mengenal dia. Dia harus survive dengan kondisi itu dan bersikap profesional,” pungkas RD.
Pendapat RD itu tampak bertolak belakang dengan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. Beberapa hari lalu Edy mengungkapkan kekecewaannya atas keputusan beberapa pemain yang berkarier di luar negeri.
Usai kompetisi Liga 1 2017, memang ada beberapa pemain yang menerima kontrak dari klub luar negeri. Seperti Evan Dimas dan Ilham Udin Armaiyn yang dikontrak Selangor FA, serta Ryuji Utomo yang bergabung dengan klub PTT Rayong di Thailand.
Namun keputusan pemain tersebut dinilai Ketum PSSI tidak tepat. Alasan yang dikemukakan jenderal bintang tiga itu adalah para pemain itu merupakan tulang punggung tim nasional Indonesia yang diproyeksikan turun di Asian Games 2018. Edy khawatir para pemain yang bermain di luar negeri tidak bisa mengikuti program timnas dengan baik. (ije)

















