PALEMBANG, fornews.co – Pembangunan Pasar Cinde mengalami sejumlah kendala. Akibatnya, progres pembangunan pun terlambat dari target yang ditetapkan.
Direktur Utama PT Magna Beatum, Attar Tarigan mengatakan, secara umum pengerjaan Aldiron Plaza Cinde (APC) sudah mencapai 4,5% dari total kontrak Rp260 miliar. Namun capaian itu belum memenuhi target pengerjaan 6%.
“Kondisi cuaca yang tak menentu dan sering hujan cukup menyulitkan para pekerja untuk mengerjakannya. Apalagi, saat ini progresnya masih dalam tahan pondasi dan pembangunan basement sehingga berdampak pada labilnya kondisi tanah,” kata Attar dihubungi, Jumat (07/06).
Meskipun begitu, Attar menegaskan, pihaknya akan terus berupaya untuk mengejar target pengerjaan. Saat ini, menurut Attar, sebanyak 250 tiang pancang telah terpasang dari total 800 tiang pancang untuk pembangunan APC.
Ia juga menambahkan, saat ini sejumlah kendala juga telah diselesaikan dan beres seperti sanggahan cagar budaya, lahan, perjanjian kerja dan lain sebagainya. Karena itu, dirinya optimis pada Juli mendatang, pedagang Pasar Cinde yang lama sudah dapat melakukan pengundian untuk lapak atau kios. Dengan pengundian tersebut, para pedagang dapat menggunakan kios atau lapaknya untuk berjualan kembali di dalam Pasar Cinde.
“Kami juga menargetkan pada Desember mendatang pedagang lama sudah dapat masuk dan berjualan di dalam Pasar Cinde,” ujarnya.
Untuk penyelesaian keseluruhan pembangunan, pihaknya menargetkan pada tahun 2021 mendatang, baik pembangunan mal maupun apartemen. “Ini sesuai dengan perjanjian kerja sama dengan Pemprov Sumsel,” singkatnya. (alu)

















