PALEMBANG, fornews.co – Sungai-sungai kecil yang mengaliri air Sungai Musi, serta urat nadi kehidupan warga Kota Palembang, banyak tidak terawat dengan baik bahkan menjadi masalah tersendiri bagi Pemerintah Daerah (Kota Palembang).
Urat nadi – urat nadi (anak sungai Musi) tersebut, sudah banyak yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Selain mengalami pendangkalan dan ditumbuhi rumput liar serta menjadi tempat pembuangan sampah, kini mencerminkan kawasan kumuh.
Seperti pamandangan anak sungai musi di Jalan KH Azhari Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan SU II, Palembang. Kini tidak lagi menjadi tempat anak-anak di sana belajar berenang. Karena selain mengalami pendangkalan, telah dipenuhi dengan rumput liar seperti ilalang, eceng gondok serta batangan kayu dan sampah rumah tangga sehingga terkesan kumuh.
“Kondisi seperti ini, karena memang sudah lama tidak dibersihkan. Yang dulunya biasa dijadikan anak-anak mandi dan belajar berenang, sekarang rumputnya menyatu dengan tanah sehingga air tidak lagi mengalir,” tutur Kiki warga sekitar.
Selain itu, dengan kondisi rumput yang rimbun hingga hampir menyentuh dinding rumah warga tidak jarang ada hewan melata muncul hingga membahayakan masyarakat. Serta menimbulkan aroma tak sedap dari endapan sampah, sisa aktivitas warga yang kesadaran membuang sampah pada tempatnya masih rendah.
“Yang Kami takutkan itu banyak hewan seperti biawak, bahkan pernah ada ular yang muncul. Di sini banyak anak kecil, jadi itu yang kami khawatirkan, belum lagi bau sampah yang menyengat sehingga ditakutkan mengganggu kesehatan,” katanya.
Menurutnya, hal ini tentunya tidak bisa dianggap remeh mengingat Sungai Musi, merupakan icon bagi Kota Palembang. “Kami harap pemerintah bisa membantu mengembalikan kondisi semula aliran anak Sungai Musi ini yang bisa digunakan warga sebagai mandi dan mencuci,” harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Lurah 11 Ulu, Kecamatan SU II, Palembang, Mega mengatakan bahwa pihaknya tiap minggu selalu melakukan gotong royong membersihkan lingkungan. Kendati demikian diakuinya, kalau yang ada di perairan, seperti di aliran anak Sungai Musi pihaknya terkendala tenaga serta alat yang masih manual.
“Kita selalu sosialisasikan kepada masyarakat untuk gotong royong tiap Minggu, namun kita juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membersihkan sampah yang ada di sungai,” ujarnya.
Sementara, dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PUPR Kota Palembang, A Bastari Yusak menyanpaikan, untuk melancarkan aliran Sungai Musi pihaknya kini sedang memanfaatkan 20 sistem sungai guna mengatasi banjir dan genangan yang kerap terjadi di Kota Palembang, apalagi di waktu hujan.
Terkait pembersihan kotoran yang menghambat di aliran anak Sungai Musi, pihaknya tetap berkoordinasi di wilayah mana saja yang diprioritaskan untuk dibersihkan.
“Tiap minggu kita juga bergotong royong bersama walikota untuk membersihkan aliran anak Sungai Musi agar mengantisipasi bencana banjir yang kerap melanda Palembang,” jelasnya. (irs)

















