
BATURAJA, fornews.co – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (Pemkab OKU), menempa para kaum perempuan menjadi pribadi entrepreneurship. Di mana, harga komoditi karet dan kelapa sawit yang merupakan mata pencaharian banyak masyarakat di sini, tidak menentu.
Untuk itu, kaum perempuan yang lebih banyak menghabiskan waktu mengurus rumah tangga, jangan sampai hanya berpangku tangan dan sudah saatnya menjadi pelaku usaha yang diharapkan dapat meningkatkan ekonomi keluarga serta tidak bergantung pada satu sektor saja.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) OKU, Tetty Verawati SSTP menyampaikan, tantangan ekonomi ke depan semakin besar sehingga masyarakat dituntut untuk dapat memaksimalkan potensi di sekitar dikembangkan dalam bidang usaha. “Tentunta hal ini butuh pengetahuan yang memadahi. Karena itu, pemerintah bertanggung jawab untuk memberikan kebutuhan bagi masyarakatnya, salah satunya dengan bimbingan manajemen usaha yang kami gelar hari ini,” ujarnya pada Bimbingan Managemen Usaha Bagi Perempuan Dalam Mengelola Usaha yang di gelar di Hotel Grand Kemuning Baturaja, Rabu (29/03).
Menurut Tetty, saat ini sudah banyak kaum hawa yang menjadi pelaku usaha kecil, namun terkendala pemasaran dan modal usaha. Dengan begitu, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pencerahan bagi kamu perempuan khusunya ibu-ibu pelaku usaha, untuk mengetahui bagaimana cara pengemasan, pemasaran hingga mencari modal tambahan.
“Mungkin saat ini banyak yang sudah menjadi pelaku usaha seperti berdagang kue, namun pangsa pasar mereka masih di desa saja. Mereka tidak tahu bagaimana cara agar produk mereka bisa dijual ke luar desa. Di sini kita akan lakukan bimbingan,” lanjutnya.
Tetty juga berharap, dengan adanya bimbingan managemen usaha dalam mengelola usaha yang dilaksanakan PPPA ini dapat diaplikasikan pada kelompok pengurus PKK maupun kelompok ibu lainnya. “Saat ini, harga karet sering merosot. Kaum ibu-ibu jangan sampai berpangku tangan. Banyak sektor usaha kecil menengah yang bisa dilakukan misal berjualan kue, usaha kerajinan dan semacamnya,” katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan Ermi Yeni menambahkan, bimbingan usaha tersebut diikuti oleh 72 peserta dari lima kecamatan yakni Baturaja Barat, Baturaja Timur, Sosoh Buay Rayap, Lubuk Raja dan Lubuk Batang. “Kali ini kita melibatkan pelaku usaha terutama tim penggerak PKK di lima kecamatan, kita harapkan ke depan seluruh kecamatan akan kita lakukan bimbingan secara menyeluruh,” tandasnya. (gus)
















