PALEMBANG, fornews.co – Menyikapi perkembangan situasi politik di Sumatra Selatan yang menghangat pascapemungutan suara Pilkada Serentak 2018 akibat saling klaim kemenangan antarpaslon, KPU Sumsel tetap berkomitmen tegak lurus berpatokan pada regulasi.
“Kami KPU komitmen akan betul-betul menghargai suara rakyat. Satu suara rakyat yang memilih dan disalurkan di TPS Insya Allah akan kami lakukan proses rekapitulasi yang sama sampai tingkat KPU RI. Jadi yakinlah hal ini sudah komitmen kami bersama pihak pengamanan untuk menekan hal-hal yang kita khawatirkan, dapat terjawab itu tidak terjadi. Kami yakin juga dengan proses transparan seperti ini semua akan melihat bagaimana KPU bekerja,” kata Ketua KPU Sumsel Aspahani, pada press conference di ruang rapat KPU Sumsel, Jumat (29/06).
Menurut Aspahani, mengenai maraknya lembaga survei yang merilis hasil quick count, hal itu sebagai salah satu bentuk dinamika demokrasi. Dengan mekanisme ini, semua orang bisa bebas melihat angka-angka dari lembaga survei.
“Tapi bagi KPU kami tetap akan menginformasikan dari apa yang kami rekap secara berjenjang. Soal hasil tetap kita komitmen di tanggal 9 Juli nanti (baru diumumkan). Apapun yang ada saat ini, itu sifatnya informasi dan (real count) itu juga bisa dilihat di website KPU. Kami tidak ingin menyebut kalah menang sebelum (rapat pleno) hasil tanggal 9 Juli,” tegasnya.
Diterangkan Aspahani, KPU Sumsel sudah melakukan proses berjenjang mulai tingkat KPU di kecamatan hingga kabupaten/kota dan dari hasil koordinasi persiapan rapat pleno tingkat provinsi akan dilaksanakan mulai tanggal 8 Juli. “Alhamdulillah semua proses tidak ada masalah, semua berjalan lancar,” tuturnya.
Mengenai adanya penolakan dari beberapa kandidat di beberapa daerah, Aspahani mempersilakan paslon yang mempersoalkan pelaksanaan Pilkada untuk menempuh prosedur yang berlaku.
“Untuk penolakan hasil (penghitungan) itu ada mekanismenya. Mereka harus mengadukan secara resmi ke Panwas setempat. Panwas akan mengeluarkan rekomendasi dan KPU akan segera menindaklanjuti rekomendasi itu,” kata Aspahani. (ije)

















