PALEMBANG, fornews.co- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru menyatakan, kepengurusan Forum Komunikasi Ulama Umaro Sumsel (FKU2S) yang telah terbentuk agar segera bersinerji dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di kabupaten/kota, guna melanjutkan program pembinaan mental spiritual bagi kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah.
“Saya meminta program pembinaan mental ASN ini terus dilanjutkan termasuk ke instansi vertical dan jajaran ASN di Kabupaten/kota, dan tentunya harus sinerji dengan FKUB yang ada di daerah,” ujar Herman Deru, usai melantik dan meresmikan kepengurusan FKU2S di Musala Pemprov Sumsel, Rabu (02/01).
Herman Deru menegaskan, agar semua pihak khususnya jajaran ASN dan pihak lain yang terlibat, untuk kompak melaksanakan program anggaran tahun 2019. Mulai dari perencanaan, hingga pengawasan secara bersama-sama.
“Kesejahteraan rakyat dapat terwujud melalui program pro rakyat yang akan dijalankan mulai awal tahun 2019. Golnya kesejahteraan rakyat. Ini tidak bisa ditawar-tawar,” tegasnya.
Program pembangunan yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat itu, terangnya, dari sektor pembangunan bidang ekonomi, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, keamanan dan pembangunan bidang keagamaan atau religi.
“Nah diawal tahu 2019 ini saatnya bagi kami pasangan Herman Deru dan Mawardi Yahya yang melakukan perencanaan, pelaksanaan dan pertanggung jawaban kerja, semuanya ada pada kami. Untuk mencapai target tersebut dibutuhkan kekuatan yang besar salah satunya melalui kerja yang sinerji antara ulama, umaro dan umat,” tegasnya.
Mantan Bupati OKU Timur dua periode itu menilai, keberadaan musala di lingkungan Pemprov Sumsel harus direhap, agar fungsinya dapat maksimal untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kalangan ASN. Tak lupa, Herman Deru menyarankan nama musala Pemprov Sumsel tersebut dengan nama Musala Ulama, Umaro dan Umat.
“Dari musala ini kita awali pembinaan mental jajaran pegawai pemerintahan di Sumsel ini. Karena itu Bismilah mushola ini, kita namai Mushola Ulama, Umaro dan Umat,” tukasnya.
Sementara, Staff Khusus Gubernur Bidang Keagamaan, KH Amirudin Nahrawi, M.Pdi menuturkan, setelah kepengurusan resmi dibentuk pihaknya segera melakukan pembentukan FKU2S ditingkat Kabupaten/kota di Sumsel.
“Harapan kita, apalagi ditengah situasi bangsa kita saat ini, menjelang Pileg dan Pilpres, peran ulama dan umaro sangat sentral untuk memfilter jangan ada pitnah-fitnah disemua lini,” tuturnya.
Amirudin menambahkan, seluruh OPD di Sumsel diharapkan bekerjasama dalam kegiatan pembinaan mental ASN ini. Dengan agenda setiap rabu dan sabtu, akan dilakukan pembinaan per OPD dengan nara sumber dari kalangan ulama di Sumsel. Sedangkan setiap akhir bulannya digelar di Griya Agung menghadirkan penceramah Nasional.
“Pada akhir bulan Januari ini telah dijadwalkan penceramahnya Prof DR KH Nasarudin Umar, imam besar Masjid Istiqlal Jakarta. Dan pada bulan Februari nanti ada Prof DR KH Darwis, Direktur Pasca Sarjana Instirut Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran,” tandasnya.
Pada pelantikan dan peresmian pengurus tersebut, tokoh yang menjabat sebagai Ketua FKU2S adalah Prof DR Duski Ibrahim. M.Ag, yang juga merupakan Direktur Program Pasca Sarjana (PPS) UIN Raden Fatah Palembang.(tul)

















