BANYUASIN, fornews.co-Penyelenggaraan Aqua Danone Nation Cup 2018 yang digelar di Lapangan Munai Serumpun, Pangkalan Balai, Kabupaten Banyuasin, Sumsel, tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Awalnya, peserta dihadapkan pada kondisi Lapangan Munai Serumpun yang cukup becek dan kurang layak untuk menggelar pertandingan pada even sebesar Danone Nation Cup. Kemudian, even di Wilayah Banyuasin itu hanya dipimpin oleh satu wasit, untuk satu pertandingan yang dilakukan selama 15 menit.
Persoalan lain muncul pada even sepakbola U-12 ini, ketika pertandingan semifinal antara Asosiasi SSB Palembang U-12 versus Gamba Banyuasin U-12 yang berkesudahan 1-0 untuk Gamba Banyuasin terjadi kericuhan. Melihat kondisi pertandingan pertama seperti itu, maka tim semifinalis lainnya Pusri – SSB Sumsel menginginkan pertandingan kedua tim dilaksanakan di Palembang.
Ketua Asosiasi SSB Palembang, Sunardi mengatakan, sebenarnya bukan saja tentang kericuhan pada pertandingan tersebut. Tapi, perangkat pertandingan pada even tersebut bukan dikategorikan seoarang wasit. “Ini even besar, tapi kok hanya menggunakan perangkat pertandingan khususnya wasit yang hanya satu. Wasit yang memimpin itu juga tidak memiliki lisensi,” katanya, kepada fornews.co, Minggu (21/01).
Sunardi melanjutkan, dengan kejadian seperti ini, maka pihaknya akan menindaklanjuti hingga ke pusat. “Pertandingan di babak semifinal dianggap belum ada hasilnya, karena ada kericuhan. Itu karena wasit sangat jelas berpihak pada salah satu tim,“ ujarnya, seraya menambahkan, karena ulah wasit tersebut menyebabkan emosi peserta dan penonton menjadi terpancing. (tul)

















