PALEMBANG, fornews.co – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo kagum atas kondisi perekonomian Sumatra Selatan di tahun 2018. Inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dari capaian nasional, membuat Perry tak segan melontarkan pujian.
“Saya ucapkan selamat kepada perekonomian di Provinsi Sumsel yang tumbuh 6,1% atau di atas nasional yang tercatat 5,1 %. Tahun ini saya lihat pertumbuhan ekonomi Sumsel bisa 5,8% sampai 6%,” ujarnya usai menghadiri serah terima jabatan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel di lantai IV KPBI Sumsel, Kamis (10/01) siang.
Selain itu, Perry juga mengapresiasi capaian inflasi Sumsel di 2018 yang tercatat 2,74% atau lebih rendah dari nasional yang mencapai 3,13%.
“Saya yakin (inflasi) ini bisa lebih rendah lagi kalau sinergitasnya kuat. Intinya kalau sinergitas kuat, masalah sekompleks apapun bisa diubah menjadi kemajuan,” katanya.
Selain sinergitas, lanjut Perry, hal lain yang tak kalah penting dijaga adalah stabilitas keamanan, pertahanan dan ekonomi guna mengendalikan harga-harga agar bisa tetap menekan inflasi. Mengingat rendahnya inflasi menjadi penanda bahwa kesejahteraan masyarakat masih bisa dijaga.
“Saya senang di Sumsel ini TPID berjalan baik. Kami mohon (BI) terus bersinergi dengan gubernur, wali kota, bupati untuk ikut mengendalikan harga-harga agar tetap terjaga,” tuturnya.
Sementara itu Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya yang datang mewakili Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, sinergitas antara Pemprov Sumsel dan KPBI Provinsi Sumsel telah berlangsung sejak lama dan perlu dijaga bersama. Dijelaskannya, ekonomi Sumsel tumbuh mencapai 6,14% di atas pertumbuhan ekonomi nasional Triwulan III tahun 2018 yang tumbuh 5,17%.
“Pertumbuhan ekonomi tersebut didukung oleh semua lapangan usaha dimana tidak ada satupun lapangan usaha yang mengalami penurunan dan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh penyediaan akomodasi dan makan minum yang diikuti bidang pertambangan dan penggalian, jasa perusahaan dan lainnya,” paparnya.
Sementara itu perkembangan inflasi Sumsel pada tahum 2018, kata Mawardi, sebesar 2,74% year on year (yoy). Capaian itu lebih rendah atau lebih baik tingkat inflasinya dibandingkan dengan tingkat inflasi nasional sebesar 3,13% year on year (yoy) yang merupakan capaian target inflasi nasional yaitu 3,5% plus minus 1%.
“Semua ini adalah hasil upaya dari Pemprov dan Kantor Perwakilan BI Provinsi Sumsel, instansi vertikal dan Satgasda Pangan Sumsel yang terhimpun dalam TPID Provinsi Sumsel,” jelasnya.
Mawardi menambahkan, TPID sebagai forum koordinasi kebijakan Pemda dan BI dalam mengendalikan inflasi harus tetap dilakukan untuk mengawal stabilitas harga pangan dan barang penting yang merupakan kebutuhan masyarakat luas.
“Perlu dipahami bahwa inflasi hanya dapat ditanggulangi dengan kerja sama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BI dan Satgasda Pangan serta sinergitas dengan TPID Sumsel,” imbuhnya.
Sumsel di bawah kepemimpinan HDMY, kata Mawardi, akan berkomitmen menjaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Hal ini bermuara pada penekanan angka kemiskinan di Sumsel yang masih tinggi yaitu mendekati 13%.
“Sumsel ini kaya potensi alamnya. Semuanya ada tapi angka kemiskinan kita tinggi. Target HDMY lima tahun ini angka kemiskinan harus sejajar nasional,” tegasnya. (ije)
















