SEKAYU, fornews.co – Ketua TP PKK Muba, Thia Yufada Dodi Reza mengatakan, pihaknya membutuhkan dukungan dan sinergitas OPD terkait di lingkungan Pemkab Muba untuk menjalankan program kerja.
Hal itu diungkapkan, pada acara Paparan Program Kerja TP PKK Kabupaten Muba, dalam rangka Mensinkronkan dan Merealisasikan Kegiatan 10 Program Pokok PKK Kabupaten Muba di Ruang Rapat Serasan Sekate, Kamis (10/01).
“Banyak program TP PKK yang harus diwujudkan, di antaranya mendirikan Rumah Cinta, sebuah bangunan yang semua kegiatan kewanitaan seperti Paud, TPA, organisasi kewanitaan dan pusat pelayanan kesehatan wanita terintegrasi dalam satu tempat,” katanya.
“Kemudian Kampung Manis, setiap rumah warga ditanam tebu guna mengurangi konsumsi pemanis buatan. Selanjutnya pelestarian Gambo Muba, di sini kami butuh sinergi dengan pemerintah agar masyarakat di Desa Toman tetap menanam tanaman getah gambir, dan untuk promosi kami butuhkan bantuan semua pihak,” imbuhnya.
Istri Bupati Muba itu melanjutkan, untuk program di tahun 2019, TP PKK Muba tidak mengcopy kegiatan di tahun sebelumnya, namun meneruskan program PKK dari pusat.
“Selain itu sekarang kami sedang memprioritaskan untuk terus berpartisipasi di setiap perlombaan yang berjenjang baik di tingkat kabupaten, provinsi dan nasional,” tuturnya.
Thia juga menyampaikan visi dan misi PKK yang tertuang dalam rencana kegiatan tahunan TP KK, bahwa tidak jauh dan tidak pernah melenceng dari capaian pembangunan Pemkab. Semata-mata apa yang dikerjakan TP PKK tentu akan berhasil selaras dengan program kerja Pemkab.
“Lomba-lomba di tingkat nasional yang membawa nama kabupaten/provinsi bisa menang kalau ada sinergitas dari OPD masing-masing daerah. Jadi jika tampil tanpa sinergi dan dukungan OPD, maka mengurangi penilaian. Ini yang mendasari kami pandang penting, supaya dapat pemahaman kesamaan, agar kinerja yang baik dapat dicapai pastinya ada kaitannya dengan OPD,” ujarnya.
Sementara itu, dalam arahan Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin mengatakan, ke depan agar semua OPD terkait untuk tetap melibatkan TP PKK di setiap kegiatan atau program OPD, dari tingkat musrenbang desa, sampai ke tingkat OPD kabupaten. Dikatakan, pada dasarnya ada banyak keuntungan dari pelibatan ini, tentunya mempermudah pencapaian dari program setiap OPD, baik dari sisi teknis ada juga sisi humanisnya. Capaian target menjadi lebih mudah dengan indikator dan pendekatan yang jelas.
“Selain itu dengan adanya sinergi yang kuat antar TP PKK dan OPD, lebih mudah mewujudkan program kegiatan dalam upaya menyejahteran rakyat dalam menanggulangi kemiskinan, kemudian juga efisiensi dari biaya-biaya yang tadinya TP PKK harus keluarkan biaya di tengah segala keterbatasan, tentu tidak harus dikeluarkan. Lomba-lomba di tingkat nasional juga menjadi indikator aktif/tidaknya TP PKK sebuah daerah, jadi tolong kepada OPD sinergi dengan TP PKK ini akan kita maksimalkan,” tuturnya.(bas)
















