PALEMBANG, fornews.co – Meraih 4 hasil seri, 1 menang dan 1 kekalahan dinilai banyak pihak hasil yang tidak pantas bagi Sriwijaya FC. Dengan materi yang mumpuni, Laskar Wong Kito seharusnya bersaing di papan atas klasemen.
Dengan raihan 7 poin, SFC tertahan di peringkat 12 klasemen sementara. SFC hanya berselisih 2 poin dari penghuni dasar klasemen PSIS Semarang. Namun selisih poin dengan pemuncak klasemen Persipura Jayapura pun tak terlalu jauh yaitu hanya 4 poin.
Hal itu dikarenakan di pekan 6 Liga 1 2018, tim-tim papan atas rontok dari lawannya. Persipura takluk di kandang Arema FC, Madura United ditahan imbang Borneo FC, serta Bali United yang tunduk dari PS TIRA.
Meski demikian, sederet hasil negatif tim-tim papan atas itu tidak terlalu menggembirakan Rahmad Darmawan. Sebab Pelatih Sriwijaya FC ini memilih lebih fokus pada pembenahan performa SFC yang belum stabil.
“Saya pun terus mencari tahu mengapa dan apa sebabnya performa pemain tidak stabil. Saya sebagai pelatih tentu bertanggungjawab penuh terhadap hal itu,” ujar RD.
Menurut pelatih asal Metro, Lampung, ini, beberapa hari terakhir dirinya telah mencoba lebih intens mendekati para pemain dan bicara dari hati ke hati untuk mencari tahu apa permasalahan yang dihadapi. Setelah mengetahui akar permasalahan, RD pun mengajak pemain untuk bersama-sama mencari solusi agar mereka dapat keluar dari kesulitan ini.
“Secara umum gak ada masalah sebenarnya. Tapi terkadang implementasi di lapangan saat pertandingan berbeda kan. Itu yang akan kita terus cari tahu penyebabnya. Semua pemain gak ada masalah, pelatih juga gak ada masalah,” tegas RD.
“Ini seperti mengatur peak performance antara satu turnamen dengan turnamen lainnya di pramusim lalu. Kita sempat juara dan diarak dan seterusnya seterusnya, lalu pemain mengalami penurunan performa dan itu tugas kita (jajaran pelatih) untuk menaikkan lagi, itu sesuatu yang normal. Kita hanya butuh sama-sama lebih fokus dalam menjalani latihan dan pertandingan,” imbuh RD. (ije)

















