PALEMBANG, fornews.co – Pemerintah Sumatera Selatan (Sumsel), memastikan perhelatan MX-GP yang rencananya diselenggarakan di Jakabaring 2018, mengalami penundaan hingga 2019.
Demikian itu disampaikan Staf Khusus Gubernur Sumsel, I Gusti Bagus Surya Negara menyampaikan, mengingat Palembang, akan menjadi tuan rumah Asian Games di luar Jakarta, sehingga kawasan Jakabring harus steril.
“Steril di sini, bukan hanya persoalan keamanan. Melainkan juga tidak boleh ada aktivitas pembangunan infrastruktur. Ini sesuai ketentuan Inasgoc dan OCA yang menaungi perhelatan Asian Games,” ujarnya pada keterangan persnya di ruang Bina Praja Setda Sumsel, Jumat (08/09).
Menurut dia, penundaan ini sudah dikoordinasikan dengan pihak promotor MX-GP di Jakarta. Dari koordinasi tersebut, maka dipastikan MX-GP Palembang 2018, diundur untuk penyelenggaraan di 2019 mendatang. Di 2018 ini, MX-GP akan diselenggarakan di Provinsi Bangka Belitung. “Kami tidak bisa melawan kepentingan yang lebih besar. Apalagi 17-23 Oktober ini, akan berlangsung tes even beach volleyball dan tes-tes even lainnya,” katanya, seraya meminta maaf atas ditundanya perhelatan MX-GP.
Lebih jauh disampaikan, pembangunan sirkuit MX-GP harus dilakukan dengan memasukan mobil tanah, untuk menimbum rawa sedalam 2 meter. Atas dasar itulah sehingga harus ditunda. “Sebab tidak mungkin ada aktivitas pembangunan saat Asian Games 18 berlangsung, jelas ini akan mengganggu. Ini yang harus kita pahami bersama,” ucapnya.
Masih kata Surya, semangat untuk menyelenggarakan MX-GP tidak akan berhenti. Karenanya, pihaknya akan terus mengejar supaya 2019 akan tetap diselenggarakan. “Untuk hal ini, kami optimis. Karena memang, kita ada hubungan emosional dengan pihak promotor (Yudi) yang ditunjuk khusus oleh IMI Pusat,” tukasnya.
Sementara, Staf pribadi Gubernur Sumsel, Riduan Tumenggung menyebutkan, sirkuit tersebut telah siap dengan master plannta. Nanti akan dibangun di atas lahan seluas 15 hektare (Ha), dengan rincian lahan 7,5 Ha akan digunakan sebagai lintasan yang panjangnya 1,6 – 1,8 km. Kemudian sisa 7,5 Ha diperuntukan kebutuhan tribun penonton, paddock peserta, panpel (RC dan OC) dan area parkir. “Untuk penimbunan lahan, butuh ratusan ribu kubik tanah dengan memakan waktu 4 sampai 6 bulan. Belum lagi proses pemadatan dan pembuatan lintasannya. Demi Asian Games, ya harus tertunda satu tahun,” papar paparnya.
Riduan menambahkan, lokasi JSC sudah mendapat jaminan dari promotor untuk penyelenggaraan 2019. Asalkan pihak PT. JSC siap menjadi tuan rumah, MX GP bisa boyongan lagi di Palembang, jadu tak perlu khawatir soal itu. (ibr)

















