
PENDOPO,fornews.co-Para petani di Kabupaten PALI masih membutuhkan tambahan ilmu dalam menanam padi, karena ilmu yang diperoleh saat ini masih bersifat turun menurun, sehingga hasil pengelolaan sawah mereka belum optimal.
”Ilmu yang melekat di petani saat ini hanya otodidak dan hanya turun temurun. Apalagi, petani didesa ini belum pernah menanam padi yang bisa di panen dua kali dalam satu tahun,”kata Anto Kepala Desa Pengabuan Kabupaten PALI kepada fornews.co
Salah satu caranya, kata Anto pemerintah bisa mendatangkan 10 orang petani padi dari pulau Jawa selama satu musim dan bisa mempraktekan cara mengolah sawah mulai dari menyemai benih, cara menanam sampai perawatan hingga panen.
”Apalagi kalau itu dilakukan disini, petani kita akan mencontoh dan ilmu pasti didapat,sebab langsung praktek dilapangan,” ungkapnya.
Kalau hanya melakukan studi banding dengan mengirim petani keluar wilayah PALI, kurang efektif. Karena, waktu terbatas serta banyak teori yang didapat bukan langsung praktek di lapangan. Studi banding hanya melihat-lihat saja dan teori yang didapat, beda dengan mendatangkan petani yang biasa mengolah sawah. Jadi bisa bersama-sama praktek dilapangan.
Terkait dengan belum digarapnya sawah baru seluas 1030 hektar yang ada di Desa Pengabuan, Kecamatan Abab, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Padahal, pemerintah sudah memberikan bantuan bibit serta berbagai macam peralatan modern tepat guna.
Anto mengatakan petani belum melakukan penanaman karena ketika musim tanam 2016 lalu petani mengalami gagal panen, akibat banjir yang melanda dan merendam tanaman petani. Pada bulan September 2016 lalu, terhitung terjadi sampai 16 kali banjir, sehingga tanaman padi mati terendam.
”Pada musim tanam tahun ini, petani masih menunggu cuaca membaik, sebab petani khawatir, apabila dipaksakan untuk menanam ditengah cuaca dengan curah hujan masih tinggi, gagal panen kembali terulang,”katanya. Oleh karena itu, pihaknya masih menunggu cuaca normal. Jadi belum adanya aktivitas petani di lahan sawah baru, bukan berarti petani membiarkan lahannya namun menunggu cuaca baik.
Sementara, Ciksam salah seorang petani mengatakan kalau soal kemarau mereka tak kuatir kekurangan air, sebab pemerintah telah membangun kanal sebagai penyimpanan air. (son)
















