
PALEMBANG, fornews.co-Plt Sekretaris Daerah Sumatera Selatan (Sekda Sumsel), Joko Imam Sentosa menguraikan program strategis dalam pengembangan pembangunan infrastruktur di daerah ini terhadap Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PU BMTR).
Menurut Joko, Dinas PU BM merupakan dinas yang paling strategis. Sebab poros pekerjaan umum itu ada di bina marga (BM) apalagi ditambah dengan kelola tata ruang (TR), sudah pasti apa yang dikerjakan itu merupakan potensi yang sangat luar biasa. Dimana dana APBN dan APBD yang paling besar menyerap adalah Dinas PU BM. Oleh karenanya, dengan menyikapi kondisi yang sedang tidak menentu ini, rapat teknis ini menjadi strategis dan sangat penting dilakukan sehingga tercipta persamaan persepsi dalam pengembangan pembangunan di Sumsel.
“Saya berharap dengan pengembangan tugas baru tata ruang, dalam menatap Sumsel jauh lebih baik. Saya yakin kalau dengan semangat bersama, melalui rapat strategis ini, diharapkan ke depannya melakukan inovasi,” ujarnya saat membuka Rapat teknis Dinas PU BMTR Sumsel, dalam rangka sinkronisasi program kegiatan kebinamargaan di Operation Room Dinas PU BMTR Sumsel, di Palembang, Senin (13/02).
Adapun program yang dimaksud antara lain, pemenuhan kebutuhan prasarana jalan yang berbasiskan pada tata ruang dan berwawasan lingkungan, mempertahankan peran dan fungsi prasarana jaringan jalan sebagai pengungkit dan pengunci dalam pengembangan wilayah dan memenuhi kebutuhan aksebilitas kawasan potensial, meningkatnya potensi kendaraan bernotabense besar menyebabkan percepatan kerusakan jalan dan jembatan meningkat.
“Dinas merupakan unsur pelaksana dan merupakan tangan kanan gubernur, bupati/wali kota. Tentu saja sebagai unsur pelaksana tugas-tugas lini, memang kewenangannya menjadi lebih besar. mengenai tata ruang itu sendiri hampir semua berkaitan dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), sebab tata kelola ruang menyangkut aspek-aspek seperti lingkungan, demografi, topografi, dan biografi,” jelas Joko.
Sementara Kepala Dinas PU BMTR Sumsel, Dr Ir H Syamsul Bahri MM menambahkan, rapat teknis ini bertujuan antara lain, mewujudkan persamaan persepsi terhadap program pembangunan baik di bidang kebinamargaan sesuai kebijaksanaan pembangunan Provinsi Sumsel, serta hasil kesepakatan rapat teknis ini akan dijadikan bahan penyusunan rencana kerja Dinas PU BMTR tahun 2018 mendatang.
“Dengan diadakanya rapat teknis ini diharapkan kabupaten/kota dapat mensinkronisasikan program-program sesuai arah kebijaksanaan pembangunan, serta mempersiapkan pemenuhan kebutuan teknis sesuai program pembangunan 2018,” harapnya.
Menyikapi mekanisme kebutuhan anggaran yang semakin besar dalam penanganan jalan dan jembatan menjadi tantangan tersendiri yang harus disikapi bersama. Untuk itu, peluang dana selain APBD harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Banyak hal yang masih harus kita kejar guna mewujudkan Sumsel lebih maju dan berdaya saing internasional 2018 nanti, maka dari itu perlu kematangan untuk meraihnya” tandas Syamsul. (tul)
















