
PENDOPO, fornews.co-Kerja keras yang dilakukan Polres Muaraenim, bersama Polsek Penukal Utara, mengungkap perampok guru SMP Negeri 2 Penukal Utara, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), pada Kamis (26/01) lalu itu, mulai membuahkan hasil.
Satu dari empat pelaku, yakni Tono (42) warga Desa Tempirai Induk, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI, yang diringkus polisi di rumah wanita simpanannya di Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI pada Kamis (02/02) sekitar pukul 18.30 WIB. Selain itu, Polisi juga mengamankan barang bukti berupa tas laptop warna merah, plat motor yang sudah dilepas, kaca spion motor, kartu ATM , KTP, buku tabungan dan dokumen lainnya.
“Masih tiga pelaku lagi yang belum kita tangkap. Tapi identitas dan keberadaan mereka sudah kami ketahui, sekarang telah dikepung dan mudah-mudahan dalam waktu dekat ini semua pelaku bisa kita ringkus,” ujar Kapolres Muaraenim, AKBP Hendra Gunawan SIk melalui Kapolsek Penukal Utara, Iptu Acep YS saat dikonfirmasi, Jumat (03/02).
Saat ini, lanjut Acep, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka guna melakukan pengembangan. Sewaktu dilakukan penangkapan, petugas sempat mengepung tempat persembunyian tersangka selama satu jam. Tersangka Tono, yang mengetahui sudah terkepung akhirnya menyerah. “Yang jelas kita masih melakukan pengembangan guna menangkap pelaku lainnya,” tukasnya.
Diceritakan kembali, dalam menjalankan aksinya, tersangka Tono dibantu tiga temannya (buron) masuk melalui jendela rumah kontrakan yang dihuni lima guru yang mengajar di SMP Negeri 2 Penukal Utara, dengan cara dicongkel pintu jendela. “Para pelaku yang mengenakan topeng lalu membangunkan penghuni rumah dan mengancamnya dengan senjata api rakitan (Senpira) laras pendek. Kemudian, para pelaku mengambil tiga unit sepeda motor, empat unit laptop, tiga unit handphone dan uang tunai Rp2,8 juta.” jelas Kapolsek.
Seperti diberitakan sebelumnya, pasca beberapa yang menimpa lima guru SMP Negerj 2 Penukal Utara, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut menjadi terganggu, karena lima korban menghilang dan pelajar juga tidak masuk sekolah. (son)

















