PALEMBANG, fornews.co – Juru Bicara (Jubir) Pencegahan dan Penanggulangan Virus Corona atau Covid-19 Sumsel merilis penambahan kasus positif Corona di Sumsel. Dari semula hanya lima orang kini bertambah menjadi 11 orang.
Keenam orang pasien tersebut yakni perempuan berusia 36 tahun asal Palembang, perempuan berusia 20 tahun asal OKI, Laki-laki berusia 44 tahun asal Palembang, perempuan berusia 42 tahun asal Prabumulih, laki-laki berusia 62 tahun asal Prabumulih dan perempuan berusia 60 tahun asal Prabumulih.
Jubir Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Sumsel, dr Zen Ahmad mengatakan meningkatnya kasus ini dikarenakan petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten/Kota melakukan tracking atau penelusuran terhadap pasien sebelumnya sehingga diketahui siapa saja yang terpapar Covid-19.
Berdasarkan data, Kamis (02/04) terjadi penambahan kasus positif Covid-19 yakni perempuan berusia 36 tahun asal Palembang. Dimana, kasus tersebut merupakan kasus impor.
Kemudian, perempuan berusia 20 tahun asal OKI juga merupakan kasus impor. Lalu, laki-laki berusia 44 tahun asal Palembang merupakan impor karena datang dari Jakarta.
Kemudian, perempuan berusia 42 tahun asal Prabumulih, laki-laki berusia 62 tahun asal Prabumulih dan perempuan berusia 60 tahun asal Prabumulih.
“Untuk ketiga pasien positif Covid-19 asal Prabumulih merupakan kasus lokal atau transmisi lokal,” katanya, Kamis (02/04).
Saat ini, total sampel yang telah diambil yakni sebanyak 75 orang. Dimana, 11 orang positif, 43 orang negatif, dan 20 orang masih dalam proses.
Untuk total Orang Dalam Pemantauan (ODP) yakni sebanyak 1.307 orang, dengan rincian 369 orang selesai pemantauan dan sisanya 938 orang masih dalam proses pemantauan.
Lalu, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sumsel yakni sebanyak 36 orang dengan rincian 24 orang dinyatakan negatif dan sudah dipulangkan. Lalu, 12 orang masih dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit.
Dirinya mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, tingkatkan imun dengan tidur cukup bila perlu minum suplemen serta hilangkan kebiasan untuk mengusap hidup dan mulut.
“Kami harap kasus ini tidak bertambah lagi,” tutupnya. (lim)

















