SLEMAN, fornews.co—Bertepatan Milad Muhammadiyah ke-109, Lazismu DIY bersama PT ACSA dan PT GBM, melakukan penanaman perdana budidaya Porang di Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DIY, Kamis (18/11/2021).
Penanaman perdana bibit porang itu menandai dimulainya gerakan diversifikasi pangan atau alternatif makanan non beras di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Budidaya umbi porang di lahan seluas 3 hektar itu merupakan Program Tani Bangkit dari Lazismu.

Melalui Program Tani Bangkit, budidaya umbi porang diharapkan mampu mendongkrak dan memulihkan perekonomian masyarakat.
“Lahan budidaya porang yang digarap ini sekaligus menjadi pusat pelatihan bagi para petani di DIY,” ungkap Lazismu DIY, Cahyono SAg.
Lahan seluas 3 hektar yang akan menjadi Demontration Plot (Demplot) pratanam bagi para petani di DIY itu berada di wilayah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM).
Lazismu DIY optimis dengan kemampuan yang dimiliki oleh kedua perusahaan tersebut pemberdayaan masyarakat dapat terus diwujudkan.
Bersama PT. Agri Catra Internusa (ACSA) dan PT. Golden Berkah Mandiri (GBM), Lazizmu telah menyiapkan lahan tanam ratusan hektar di DIY untuk pengembangan budidaya umbi porang.
Bahkan, selanjutnya menggarap lahan tanam budidaya porang seluas 2,5 hektar di Kota Yogyakarta.
Kedua perusahaan itu juga akan mendirikan pabrik khusus pengolahan porang di DIY.
Cahyono mengatakan, tahap awal pihaknya menargetkan lahan tanam porang 300 hektar untuk memenuhi kebutuhan pabrik.
Budidaya umbi porang yang diinisiasi oleh Lazismu dan PT ACSA itu karena diketahui banyak lahan-lahan wakaf yang terlantar, terutama di DIY.
“Karena lahan-lahan yang menganggur di Lazismu itu sangat banyak dan belum termanfaatkan dengan benar,” ungkap Direktur Utama PT ACSA, Agrimon Bachtiar, kepada fornews.co.
Agrimon Bachtiar mengatakan lahan-lahan wakaf yang dimanfaatkan akan mengalirkan pahala bagi yang mewakafkannya.
“Lahan-lahan itu belum bisa dinikmati oleh yang mewakafkan kalau belum dimanfaatkan,” katanya. “Nah, kita manfaatkan lahan itu sehingga pahalanya mengalir bagi mereka yang mewakafkan.”
Dengan budidaya umbi porang sebagai wasilah, imbuhnya, harapannya dapat memberikan dampak yang lebih.
“Program Lazismu itu sebenarnya lebih ke arah bagaimana memberdayakan masyarakat bukan hanya dari Muhammadiyah,” ucapnya.

Dalam upaya pengembangan tanaman porang Pemerintah terus mendorong agar dapat menghasilkan produk turunan bernilai tinggi. Tahun 2021, misalnya, Pemerintah telah menargetkan luas tanam porang hingga 100.000 hektar.
Melihat peluang pasar yang besar dan manfaat terhadap porang, Presiden Joko Widodo, mengatakan porang dapat dijadikan makanan sehat di masa depan.
“Pasarnya juga masih terbuka lebar dan kita tahu porang ini akan menjadi makanan masa depan karena low calory, low carbon dan juga rendah kadar gula, bebas kadar gula. Saya kira ini menjadi makanan masa depan.” (adam)
Copyright © 2023 fornews.co. All rights reserved.

















