SEKAYU, fornews.co – PT Basithu Boga Service (PT BBS) yang bergerak di bidang jasa penyedia makan-minum, subkontraktor dari PT ConocoPhilips Indonesia Onshore South Sumatera (Sumsel), berdalih pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan terhadap 100 karyawannya, karena ternyata tidak sesuai dengan kontrak kerjasama yang dibangun perusahaan Migas asing tersebut.
“Karna ada ketidaksesuaian, conoco memberikan kompensansi kepada kami, namun sekarang conoco cabut kompensasi tersebut, karena dicabut kompensasi itu, makanya kita lakukan PHK ini,” kata Sifa, Eksternal Relation PT BBS, Selasa (31/10), mengklarifikasi atas aksi yang dikakukan para tenaga kerja PT BBS yang di PHK, kemarin.
Menurutnya, PT BBS telah berupaya untuk mencari solusi agar pihaknya tidak melakukan PHK, karena bagaimanapun, 313 karyawan yang telah bekerja selama ini, merupakan keluarga besar PT BBS. Namun, tidak ada jalan lain yang berhasil di temukan selain PHK.
“Karena kesepakatan yang sudah tidak sesuai tadi, banyak langkah-langkah yang ditempuh untuk menghindari PHK, salah satunya dengan opsi mengurangi gaji karyawan. Tapi gak mungkin karyawan kita gaji di bawah UMR. Jadi gak ada cara lain selain mem-PHK karyawan ini. Sudah dipikirkan matang-matang oleh manajemen kami, ini harus dilakukan, dan kita maping secara benar, orang-orang yang akan di PHK ini,” ujarnya.
Lanjutnya, PT BBS dalam melakukan PHK telah berjalan sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang ada, karyawan tidak dipaksa untuk menandatangani surat PHK, penghitungan pesangon sudah dijelaskan.
“Dalam hal ini kami melaksanakan sesuai prosedur dan Undang – Undang yang berlaku, karyawan tidak dipaksa untuk menandatangani surat PHK, karena itu hak mereka,” imbuhnya.
Lebih lanjut disampaikan, pihaknya harus dapat menahan emosi saat melakukan sosialisasi ini, dikarenakan harus menahan haru saat menjelaskan kenyataan ini kepada para karyawan yang telah menjadi keluarga besar PT BBS.
“Di tengah perjalanan ini kita benar – benar di uji harus me-realese karyawan, Itu kayak gak ada angin gak ada hujan tapi ada petir, karena memang, karyawan dengan kita, dekatnya itu sudah dekat banget, ketika sosialisasi tanggal 24 kemarin, kami semua, tim itu, gak ada yang gak nangis, karena memang berat untuk menyampaikan ini,” pungkasnya. (cak)

















