PULAU PUNJUNG, fornews.co – Para musisi terbaik Tanah Air akan tampil memeriahkan puncak acara Festival Pamalayu di Candi Padang Roco, Kabupaten Dharmasraya, Senin (06/01) malam.
Dewa Budjana, Trie Utami, dan komposer kenamaan Purwatjaraka bersama 12 musisi lainnya yang tergabung dalam Sound of Borobudur akan menampilkan komposisi musik dari alat musik masa lalu yang tergambar di relief Candi Borobudur. Penampilan Sound of Borobudur menjadi klimaks festival yang digelar Pemkab Dharmasraya bersama Langgam Production sejak Agustus 2019. Bertindak sebagai eksekutif produser band besar ini adalah komposer senior Purwatjaraka.
Kang Purwa mengatakan, butuh waktu tiga tahun untuk menginterprestasikan gambar alat musik yang ada di relief menjadi alat musik yang sudah bisa dimainkan. Menurutnya, saat ini sudah ada sekitar 80 alat musik dari keseluruhan item yang bisa mencapai 180.
“Kita ingin menunjukkan interprestasi dari temuan kita di relief Candi Borobudur. Interprestasi dari yang tergambar tanpa referensi bunyi apapun. Sehingga kita boleh berdebat soal (bunyi) ini,” ujarnya.
Pembatas riset yang dilakukan tergantung kepada gambar di relief. “Yang tergambar itu hanya dawai, tiup, pukul, perkusi, gesek cuma satu. Jadi kita bikin komposisi, yang bisa didengarkan orang dengan baik, bisa dipertunjukkan dilihat orang dan menarik. Sementara itu yang bisa dilakukan,” katanya.
Menurut Purwa, pada tahapnya nanti, bisa saja alat musik yang ditemukan di relief tersebut dibuat komposisi dengan back up alat musik saat ini, seperti orkestra di Tiongkok.
“Bisa saja kita lakukan itu nanti. Tapi untuk awal kita ingin memperlihatkan ini lho interprestasi awalnya. Konsep kita singkat dan padat, sederhana. Kita ingin memperkenalkan kepada banyak orang, ini peradaban abad ke-7 yang digambarkan di relief itu yang coba kita bunyikan,” tuturnya.
Menurutnya, band akan membawakan sejumlah lagu daerah maupun Indonesia. “Kita ingin menunjukan bahwa alat musik ini bisa dimainkan dengan lagu macam-macam,” tukasnya. (ije)
















