PALEMBANG, fornews.co – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Sirozi mengatakan, kampus B yang dibangun di kawasan Jakabaring bakal memiliki perpustakaan dan laboratorium ilmu pengetahuan terluas se Pulau Sumatra.
Hal itu diungkapkan saat peletakan batu pertama kampus B tersebut, yang diresmikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin serta dihadiri Gubernur Sumsel Herman Deru, Rabu (31/10).
Menurut Sirozi, perpustakaan dan laboratorium tersebut, masing-masing dibangun di atas lahan 6000 meter per segi dari total area seluas 35 hektare. Selain itu, 14 hektare lahan disiapkan untuk pembangunan gedung perkuliahan dan rektorat dengan 5 lantai. Sedangkan 20 hektare sisanya, akan dibangun berbagai fasilitas kampus pada fase pembangunan selanjutnya.
“Tidak hanya memiliki fasilitas yang lengkap, Kampus UIN Raden Fatah yang di Jakabaring ini juga memiliki pemandangan yang menarik karena dikelilingi kanal dan taman,” kata Sirozi seperti dikutip dari laman Kemenag.go.id.
Sementara itu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pembangunan Kampus B UIN Raden Fatah Palembang, ini sebagai komitmen Kemenag melalui Ditjen Pendidikan Islam untuk terus memperbaiki fasilitas pendidikan tinggi Islam.
Dengan dibangunnya Kampus B ini, Menag berharap akan lebih memudahkan masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi Islam negeri. “Apalagi lokasi ini berada di pusat kota Palembang, sehingga akan lebih mudah mengaksesnya,” kata Lukman Hakim.
Di kesempatan yang sama, Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin yang juga mendampingi Menag Lukman Hakim, menekankan pentingnya kontribusi nyata kampus terhadap peradaban.
“Pembangunan kampus jangan hanya menang dan unggul pada saat ini saja. Namun, lulusan atau alumni dari PTKIN harus bisa membawa peradaban yang lebih baik, seperti melahirkan karya-karya fenomenal, seperti karya para ulama pada abad ke 3 Hijriah, yang mana pada saat itu belum ada perguruan tinggi seperti sekarang ini,” imbuh Dirjen Pendis Kemenag.
Sekadar informasi, sebanyak 58 PTKIN telah dibangun oleh Kementerian Agama. Selain itu, tidak kurang dari 677 Perguruan Tinggi Islam swasta juga terus berbenah untuk meraih predikat mutu pendidikan terbaik dengan indeks akreditasi A.(bas)
















