
PALEMBANG, fornews.co – Ketua Komisi V DPRD sumsel, MA Gantada menyayangkan adanya tindakan anarkis yang dilakukan oleh penegak hukum di dalam wilayah kampus. Padahal, dalam penegakan hukum itu, tidak boleh anarkis bukan saja di kampus, tapi di mana saja.
“Ini jadi pelajaran, kondisi ini jangan terjadi berulang-ulang lagi dan lebih profesional,” ketusnya, menanggapi peristiwa yang menimpa mahasiswa Unsri, Jumat (04/08).
Sebenarnya, ungkap Gantada, kejadian itu masih dalam wilayah kampus, jadi pihak kampuslah yang lebih dulu bertindak. Begitu juga dengan mahasiswa, saat menyampaikan aspirasi jangan terlalu memancing hal-hal yang tidak dinginkan.
“Yang jelas ini kegagalan dari manajemen kampus. Karena merekalah yang harus mengkomunikasikan dengan mahasiswa, apapun yang terjadi di dalam wilayah kampus,” ungkapnya.
Pantauan di lapangan, Rapat Paripurna DPRD Sumsel, dengan agenda Penyampaian Laporan Hasil Pembahasan dan Penelitian Pansus terhadap Raperda Inisiatif DPRD Sumsel, diwarnai aksi mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri).
Bahkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin yang akan menghadiri rapat paripurna tersebut, langsung menghentikan kendaraan dinasnya dan langsung menuju ke arah ratusan mahasiswa yang menggelar aksi, di halaman depan gedung tempat pelaksanaan rapat paripurna tersebut. Gubernur bersama Wakil Ketua DPRD sumsel M Yansuri, dan sebagian anggota dewan lainnya, sebelum melaksakan rapat paripurna, terlebih dulu mereka mendengarkan orasi dari mahasiswa tersebut.
Sebelum berjalannya sidang Paripurna, Gubernur bersama pimpinan dan anggota DPRD membuka ruang untuk mendengarkan persoalan mahasiswa Unsri di ruang rapat Banmus. Di sana, perwakilan mahasiswa berjumlah 15 orang menyerahkn fakta yang dihimpun atas represifitas terhadap dua mahasiswa Unsri oleh oknum keamanan kampus dan polisi.
Pada orasinya, Presma Unsri Rahmad Rizal menyerukan, banyak persoalan yang terjadi di kampus. Bahkan, ketika mahasiswa memperjuangkan haknya, sikap represifitas birokrasi kampus ditunjukan kepada mahasiswa sebagai bentuk menutupi kebobrokan wajah pendidikan di kampusnya.
“Di sini (Kantor DPRD Sumsel), kami meminta agar wakil rakyat tidak tinggal diam atas apa yang kami (mahasiswa Unsri) alami,” katanya. (tul)
















