PALEMBANG, fornews.co – Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel, Agus Fatoni, merombak empat kepala dinas di Auditorium Bina Praja Setda Sumsel, Palembang, Jumat (26/1/2024).
Empat Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) dilingkungan Pemprov Sumsel yang dirombak tersebut yakni, Kepala Dinas Perpustakaan Sumsel Fitriana, dilantik menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Kemudian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sumsel Teddy Meilwansyah dilantik menjadi Kepala Dinas Pendidikan Sumsel. Berikutnya, Kepala Biro Organisasi Setda Sumsel M Zaki Aslam dilantik menjadi Kepala Dinas Perpustakaan Sumsel dan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Sumsel Nelson Firdaus, dilantik menjadi Kepala Biro Organisasi Setda Sumsel.
Fatoni menyampaikan, kepada pejabat yang baru saja dilantik diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab, kecepatan yang tinggi, namun harus memperhatikan peraturan Perundang-Undangan.
“Selamat untuk pejabat yang baru saja dilantik, laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pejabat yang lama di posisi masing-masing atas dedikasinya, atas kontribusinya saat menduduki posisi masing-masing,” ujar dia.
Kepada pejabat yang baru dilantik, ungkap Fatoni, agar dapat bekerja maksimal, bekerja keras dengan melakukan sejumlah inovasi dan terobosan baru.
“Jangan bekerja biasa-biasa saja, karena seluruh pekerjaan kita itu akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, kepada bangsa, dan negara serta kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata dia.
Fatoni mengingatkan, ada tiga poin penting yang harus ditanamkan dalam diri pimpinan yakni, kompetensi, komitmen dan kekompakan. Kompetensi tidak pernah berhenti, tidak ada kompetensi yang sudah mentok dan tidak ada kompetensi yang mencapai sempurna, sehingga masih dibutuhkan upaya terus-menerus untuk meningkatkan kompetensi.
“Selalu ada yang belum kita kuasai, selalu ada yang belum kita mengerti dan belum kita pahami, maka kita terus-menerus harus belajar. Kedua komitmen, rasa tanggung jawab, rasa memiliki dan rasa ingin bekerja dengan sebaik-baiknya, itu juga akan mudah bila bapak ibu punya komitmen, kalau tidak punya komitmen tidak akan berkontribusi untuk organisasi,” ungkap dia.
Terkait perombakan jajaran di jajaran kepala dinas ini, Fatoni menjelaskan, untuk melakukan penyegaran, agar organisasi lebih dinamis dan maksimal sehingga kinerjanya bisa lebih baik lagi.
“Jadi mutasi ini akan sering dilakukan untuk bisa memastikan organisasi bisa lebih efektif dan dinamis. Kadangkala orang itu bagus tapi tidak tepat di satu jabatan, maka perlu dipikirkan jabatan yang lebih tepat lainnya,” tandas dia. (aha)
















