Rumah yang berdiri kokoh tanpa paku ini hanya tersisa sebelas rumah saja di desa yang keberadaanya sejak tahun 1766. matakamera/fornews.co/mushaful imamRumah besar tanpa sekat ini memiliki ciri khas ukiran dengan beranekaragam motif di dinding rumah. matakamera/fornews.co/mushaful imamDi dinding bagian samping rumah ada lubang yang digunakan untuk mengintip keluar yang tersamarkan dalam motif ukiran bubulan yang berbentuk lingkaran. Ghumah Baghi menunjukan bahwa masyarakat adat Besemah sejak dulu telah memiliki daya cipta dan seni yang sangat tinggi. matakamera/fornews.co/mushaful imamWarisan adat dan budaya ini harus dijaga kelestarian oleh masyarakat dan pemerintah.matakamera/fornews.co/mushaful imamAmanuddin tokoh adat Desa Pelang Kenidai duduk di depan ghumah baghi. matakamera/fornews.co/mushaful imam
JOGJA, fornews.co — Dunia seni Indonesia kembali kehilangan salah satu tokoh seniman serbabisa asal Jogjakarta, Genthong Hariono Selo Ali, meninggal...