
PALEMBANG-Sumatera Selatan (Sumsel) memang memiliki Gubernur Alex Noerdin sebagai pembina seluruh olahraga, termasuk Sriwijaya FC (SFC). Namun Sumsel juga lebih membutuhkan figur yang dianggap sebagai sesepuh atau dedengkot sepakbola, yang keberadaan di luar struktural.
Menurut pengamatan Mantan Asisten Manajer Tim PON Sumsel Bambang Supriyanto, memang benar harus ada salah satu tokoh sepakbola atau personal, yang ditokohkan di dunia sepakbola Sumsel yang posisinya di luar struktural. Jadi tokoh tersebut bisa dimintai pendapat dan ide-ide dalam pengembangan sepakbola di Sumsel ke depannya.
“Karena, sekarang ini tokoh informal dalam dunia sepakbola di Sumsel ini masih belum ada. Itu yang perlu dimunculkan. Orang-orang yang memang tahu dan paham betul tentang dunia sepakbola, baik terlibat langsung maupun tidak langsung didalam sepakbola,” ujarnya.
Mantan Asisten Manajer SFC U-21 ini mencontohkan, seperti di Malang (Jatim) ada beberapa tokoh atau sesepuh sepakbola yang sangat dihormati dan dielukan, seperti Lucky Acub Zaenal. Meski dia tidak duduk di struktural lagi, tapi ketokohannya selalu didengar oleh para Aremania dan para penggiat bola di Malang. Begitu juga di kawasan Jawa Timur lainnya, yang juga memiliki tokoh-tokoh sepakbola serupa.
“Jika di Jawa Timur ada tokoh seperti itu, mengapa di Palembang atau di Sumsel tidak ada seorang tokoh, yang memang paham dan tahu betul tentang sepakbola Sumsel. Maksudnya, selain Pak Alex Noerdin sebagai Pembina Sriwijaya FC (SFC). Jadi ada pembanding, dalam artian ide-idenya mungkin yang selama ini belum dimunculkan bisa ditampung,” ungkapnya.
Seperti apa figur tersebut, Bambang menjelaskan, untuk kategori penokohan itu tentu berdasarkan track record atau sumbangsih figur tersebut dalam sepakbola Sumsel sendiri. Jadi masyarakat atau insan sepakbola Sumsel yang akan tahu siapa sebenarnya yang pantas di tokohkan.
“Karena sesepuh atau dedengkot sepakbola itu, bukan gelaran yang diberi, tapi memang citra yang dipilih oleh penggiat sepakbola itu sendiri. Jadi tidak bisa dipaksakan si A atau si B. Tujuan memunculkan tokoh sepakbola Sumsel ini memang untuk mendamaikan, membuat tenang, ketika terjadi sebuah kondisi yang ricuh, bisa akibat rusuh suporter dan sebagainya. Tokoh ini untuk menjembatani dan memfasilitasi agar tidak terjadi benturan-benturan antar supporter atau kelompok-kelompok,” jelasnya.
Bambang melanjutkan, karena publik di Bumi Sriwijaya ini berharap, dengan adanya Sriwijaya FC dengan segala prestasi yang dimiliki, semua orang bisa menikmati dengan tenang dan nyaman, tidak ada lagi kerusuhan yang datang dari kelompok suporter. “Harapan kita sih, jika sudah muncul tokoh sepakbola Sumsel tersebut, ada inovasi-inovasi baru untuk pengembangan sepakbola di sini. Karena sepakbola ini dinamis, kalau kita tidak mengikuti perkembangan jaman dan teknologi, kita akan ketinggalan. Itulah perlunya tokoh-tokoh yang memahami betul sepakbola,” pungkasnya. (tul)

















