PALEMBANG, fornews.co – Bakal calon Gubernur (Balongub) Sumatera Selatan (Sumsel), Saifudin Aswari Rifai mengatakan kepada kader dan simpatisannya, selama ini dirinya hanya dipandang lever nomor dua. Permintaan kepada, selalu peruntukan sebagai wakil.
Dari berbagai penilaian tersebut, dirinya akhirnya mendapatkan persetujuan dari Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subiyanto. Ini menjadi motor yang memacu semangatnya dalam memenangi kontenstasi Pilgub Sumsel 2018, bersama Muhammad Irwansyah, serta dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
“Selama ini, banyak kandidat meminta saya sebagai wakil. Tapi setelah saya bertemu dengan Ketua Umum DPP pak Prabowo, dia tanya ke saya Sumsel, gimana? Lalu ia menegaskan, Aswari kamu tetap mencalonkan sebagai gubernur, berjuang bersama saya,” katanya menirukan Prabowo, ujarnya pada pertemuan para pendukung dan simpatisan sebelum berangkat mendaftar ke KPU Sumsel, di Kantor DPD Partai Gerindra Sumsel, Jalan Sumpah Pemuda, Palembang, Rabu (10/01).
Lanjutnya, dipandang kecil (level nomor dua) bukanlah hanya yang membuatnya lemah. Karena filosofi kecil itulah nantinya yang akan membuatnya besar. Buakn sebaliknya, sesuatu yang besar berubah menjadi kecil.
“Seyogyanya segala sesuatu diawali dari yang kecil. Karena di sini kita akan mendapat pelajaran besar, dan ketika mendapatkannya tidak membuat kita lantas lupa dengan hal yang kecil,” ucapnya, seraya memperkenalkan Balon wakilnya Irwansyah, kepada para pendukung dan simpatisannya.
Kesempatan ini, ia menyanjung wakilnya yang dari semua kontestan termuda baru berusia 34 tahun dan saat ini menjawabat Wali Kota Pangkal Pinang. Irwansyah, sendiri merupakan warga asli Sumsel, yang tinggal dan berkarir di Pangkal Pinang.
“Kalau di DKI itu Irwansyah sebagai Uno, dan saya Anis. Kami juga sama-sama diusung oleh Partai Gerindra dan PKS,” tuturnya.
Bukan Persekutuan
Bupati Lahat, ini juga menyampaikan candaan bawah antara Partai Gerindra dan PKS, bukan hanya pesekutuan. Melainkan keduanya teman segajah (persegahjahan), dua koalisi yang besar.
“Ini tidak berlebihan, karena sudah terbukti di DKI Jakarta. Sekarang bagaimana kemanagan di DKI, juga bisa kita wujudkan di Sumsel,” serunya kepada para pendukung dan simpatisannya yang disambut suara takbir.
Lebih jauh, Kak Wari (demikian ia menyebut dirinya) mengatakan, dalam kontestan politik kali ini, ia dan wakilnya kalau ditanya soal finansial, tidak ada apa-apanya dibanding kandidat lain, namun dirinya menjual figur dan kerja.
Terkait capaian Gubernur sekarang, Wari tidak meragukan atas capaian dan dedikasi seorang Alex Noerdin untuk Sumsel. “Capaian yang diraih pak Gubernur Alex, sudah besar. Dan kami akan mengisi kekurangan yang belum terpenuhi, sebagai manusia tentu tidak ada yang sempurna. Di sinilah tugas kami merampung yang seharusnya dirampung serta melanjutkan ke yang lebih besar lagi,” ucapnya.
Sementara, Balon Wagub Sumsel, Irwansyah mengajak para pendukung dan simpatisannya mengingat pada saat dirinya mencalonkan diri sebagai Wali Kota Pangkal Pinang 2013 lalu.
“Dari survei waktu saya calon saat itu, saya hanya mendapat 0,%. Saya memang bukan siapa-siapa dan tidak ada dinasti luar biasa. Tapi saya bertekad untuk memajukan Pangkal Pinang, Alhamdulilah, saya terpilih,” kenangnya.
Kemudian pascadilantik, kepada semua jajaran pejabat dan staf sambungnya ia kumpulkan dan menyampaikan, kalau dirinya tidak akan mencalonkan diri dua periode sehingga semua harus bekerja-bekerja dan bekerja untuk mewujudkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat sesuai harapan.
“Dari situ ada yang bertanya kepada tidak mencalonkan diri untuk dua periode. Saya jawab, saya akan mengabdikan diri di tanah leluhur saya (Sumsel). Alhamdulillah, sekarang sudah menuju ke sana, bersama kak Wari, saya optimis bisa mewujudkan ini,” imbuhnya.
Memenuhi Mimpi
Ia juga kagum dengan pembangunan yang dilakukan oleh Gubenur Alex Noerdin. Menurutnya sebuah capaian besar ditunjukan bagi masyarakat Sumsel. Namun, masih ada ‘mimpi-mimpi’ yang belum diwujudkan di masa jabatannya sekarang.
“Yakni merealisasikan even internasional bahkann dunia, apa itu? MX GP. 2017 lalu, kami (Pangkal Pinang) berhasil menggelar MX GP, bahkan itu pertama kali di Sumatera,” ungkapnya.
Kemudian, terkait pengoptimalan sumber daya di banyak sektor di Sumsel. Di mana sumber daya alam di Sumsel, sangat potensian. Terlebih banyak even internasional, tentu menjadi pemikat untuk meningkatkan APBD.
Ia mencontohkan, Bandung dan Bali, dua daerah yang mengandalkan pemasukan APBD dari sektor pariwisata, namun mampu memberi pemasukan hingga Rp4 triliun terhadap APBD-nya. Melihat potensi di Sumsel, ia melihat banyak sekali potensi untuk meningkatkan APBD.
“Sumsel punya potensi besar dan skala internasional. Saya yakin nantinya, bersama kak Wari, APBD Sumsel, bisa mencapai Rp12 triliun. Dari angka tersebut, banyak yang bisa dilakukan dan muaranya kesejahteraan masyarakat,” tandasnya. (ibr)
















