SEKAYU, fornews.co – Fenomena semburan lumpur yang mengandung gas dan minyak di Desa Kaliberau, Kecamatan Bayung Lencir langsung direspons Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin.
Tidak ingin insiden tersebut merugikan masyarakat, Dodi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muba langsung berkoordinasi dan menyurati pihak SKK Migas untuk segera melakukan upaya tanggap darurat.
“Saya sudah minta pihak SKK Migas supaya menutup sumber semburan lumpur tersebut dan melakukan penanggulangan di area setempat,” tegas Dodi.
Di samping SKK Migas, Pemkab Muba melalui pihak kecamatan serta perangkat desa setempat juga diminta turun tangan bergotong-royong mengatasi semburan lumpur tersebut.
“Pihak kecamatan juga sudah diminta turun langsung ke lapangan bekerja sama dengan pihak SKK Migas untuk menutup semburan lumpur tersebut,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala DLH Muba, Andi Wijaya Busro menuturkan, berdasarkan hasil pantauan pihaknya semburan lumpur tersebut tidak berbahaya, namun pihaknya juga berkoordinasi dengan SKK Migas untuk segera melakukan upaya penutupan sumber dari semburan lumpur tersebut.
“Ini juga berdasarkan arahan pak Bupati untuk segera ditindaklanjuti agar jangan sampai menganggu aktivitas warga setempat,” ungkapnya.
Andi menambahkan, saat ini pihak DLH Muba bersama perangkat Desa dan Kecamatan sudah ke lokasi semburan dan berkoordinasi dengan pihak SKK Migas.
“Akan secepat mungkin diatasi,” pungkasnya.
Terpisah, Camat Bayung Lencir Akhmad Toyibir mengungkapkan, saat ini pihak Pertamina Jambi sedang melakukan pengukuran tekanan semburan untuk melakukan penutupan.
“Saat ini tim sudah bekerja melakukan penutupan semburan dan pengamanan di lokasi sudan dilakukan oleh pihak Polsek, Koramil dan Pol PP Kecamatan Bayung Lencir,” ujarnya.(bas)

















