PALEMBANG, fornews.co – Timnas All Star menghadapi Palembang Old Star di laga ke 28 Timnas All Star Tour Sumsel Alex Noerdin Cup 2019. Pada pertandingan yang digelar di Stadion Madya Bumi Sriwijaya, Jumat (15/03) sore, Isnan Ali dkk menyudahi laga dengan kemenangan 2-0.
Di awal pertandingan, Palembang Old Star mampu mengimbangi permainan Timnas All Star. Bahkan pemain Palembang Old Star beberapa kali mengancam gawang Timnas All Star. Namun pengalaman berbicara. Timnas All Star yang dihuni pemain sarat pengalaman kompetisi mampu mencuri gol melalui Amirul Mukminin di menit 26 dan Oktavianus saat pertandingan memasuki menit 36.
Memasuki babak kedua, Palembang Old Star melakukan rotasi besar-besaran. Seluruh pemain di lapangan hijau merupakan pemain muda. Hal itu membuat pemain bertahan Timnas All Star harus kerja ekstra keras untuk menghentikan kecepatan dari tim tuan rumah. Kendati banyak membuat peluang, Palembang Old Star tetap gagal mencetak satu gol pun di laga ini dan harus mengakui keunggulan Isnan Ali dkk.
Pelatih Timnas All Star Nasir Salasa mengapresiasi pemain Palembang Old Star yang bermain sangat bagus. Bahkan, mantan legenda Timnas Indonesia ini menilai, tim lokal Palembang ini lebih kuat dari Lahat Selection yang merupakan tim paling kuat sejauh ini.
“Tapi, setelah melawan Palembang Old Star, saya rasa tim Palembang lebih kuat. Lawan kita kali ini punya organisasi permainan yang sangat bagus,” ucapnya.
Hal itu, kata Nasir, terbukti dengan beberapa kali mampu ditembusnya pertahanan yang dibangun Isnan Ali, Aris Indarto, Ronaldo dan Erik Setiawan melalui skema permainan yang rapi. Meski sebagian pemainnya masih berusia di bawah 30 tahun, namun dalam permainan Palembang Old Star tidak hanya mengandalkan sprint saja, tapi kerja sama dan visi menyerang yang teratur.
“Mereka masih aktif bermain, jadi organisasi permainan Palembang Old Star memang masih sangat bagus,” ucapnya.
Sementara itu, penjaga gawang Palembang Old Star Syahril Musa pun mengaku cukup puas dengan permainan tim. Secara permainan timnya tidak kalah jauh dengan para legenda Timnas ini. “Sebenarnya secara permainan kita cukup berimbang,” katanya.
Mengenai satu penyelamatan gemilangnya dengan terbang memblok tendangan pemain Timnas All Star, Syahril mengatakan jika itu bisa dia lakukan karena dia terus bermain fokus. “Tadi refleks saja sehingga saya bisa lakukan penyelamatan,” ucapnya. (ije)

















