PALEMBANG, fornews.co – Gebyar Bulan Dirgantara digelar di Pangkalan Udara (Lanud) Sri Mulyono Herlambang, Palembang, Sabtu (20/04). Rangkaian peringatan HUT TNI Angkatan Udara ini ramai dikunjungi ribuan masyarakat.
Kegiatan yang dilaksanakan 20-21 April 2019 mengusung tema HUT TNI AU Berlandaskan Jiwa Profesional, Militan, Inovatif dan Kemanunggalan Bersama Rakyat, TNI AU Siap Melaksanakan Tugas Matra Udara dalam Mendukung Tugas Pokok TNI.
Komandan Lanud Sri Mulyono Herlambang Kolonel Pnb Heri Sutrisno mengatakan, panggung prajurit dan pesta rakyat ini dilakukan agar silaturahmi antara TNI, Polri dan masyarakat tetap terjaga dengan baik. Sebab menurut Heri, sinergitas antara TNI dan rakyat harus dibangun dan dijaga untuk mengatasi berbagai ancaman kepada pertahanan NKRI.
“Kegiatan ini digelar dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat untuk menghilangkan kesan bahwa TNI itu seram. Kita juga ingin menjaga silaturahmi dan meningkatkan sinergitas dengan Polri dan masyarakat yang pada intinya untuk menjaga keamanan negara dari berbagai ancaman,” ujarnya.
Menurut Heri, ancaman terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara bukan hanya dari pihak eksternal. Salah satu bentuk ancaman yang dihadapi wilayah Sumatra Selatan dan juga beberapa daerah lain terutama memasuki musim kemarau adalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kabut asap akibat Karhutla selain merugikan masyarakat, juga kerap dikeluhkan negara tetangga yang juga merasakan kabut asap dari Indonesia.
“Dengan sinergitas yang dibangun, kita dapat mengantisipasinya agar kebakaran tidak sampai menyesakkan lagi. Kedepan target kita tidak ada lagi Karhutla,” katanya.
Hal senada disampaikan Kapolda Sumatra Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara yang turut hadir dalam acara itu. Menurutnya, dengan sinergitas TNI, Polri, Kamtibmas dan Pemerintah Daerah, maka pencegahan Karhutla akan lebih efektif.
“Tahun sebelumnya ada pasukan 1 batalion dari Korem dan 2.000 anggota gabungan yang melakukan pencegahan Karhutla. Kita tempatkan personel di desa yg rawan atau berdasarkan pengalaman sebelumnya tempat tersebut terjadi kebakaran, dengan patroli menjadi efektif untuk antisipasi Karhutla. Langkah kedepan kita akan prediksi, koordinasi sehingga dapat mencegah, karena itu lebih baik dari pada memadamkan api,” tukasnya. (irs)

















