PALEMBANG, fornews.co– Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Carat Tanjung Api-Api, kembali dilirik pengembang dari luar Indonesia. Kali ini, perwakilan dari Konsulat Singapura.
Richard Terence Grosse, Konsulat Singapura di Medan, sengaja datang ke Palembang untuk beraudensi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel guna melakukan penjajakan kerjasama dalam hal investasi diberbagai bidang.
“Saya dapat informasi, Sumatera Selatan memiliki potensi Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-api. Saya sudah banyak keliling Sumatera seperti Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara dan hari ini ke Sumatera Selatan untuk melakukan eksplorasi,” kata Richard Terence Grosse, saat beraudensi dengan Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel, Ir Mawardi Yahya, Selasa (26/03).
Dalam perbincangan tersebut, Richard Terence bahkan berjanji apa yang telah disampaikan Wagub Sumsel Mawardi Yahya, akan dibawanya ke Singapura untuk dijadikan bahan paparan bagi kalangan pengusaha disana.
“Enam bulan ke depan, kita akan kembali lagi ke sini (Palembang). Saya lihat Kawasan Tanjung Api-api memiliki potensi besar yang dapat berkompetisi dengan pelabuhan yang ada di Loksmawe Aceh,” ujarnya.
Sementara, Wagub Sumsel, Mawardi Yahya menerangkan, bahwa sejumlah potensi kekayaan alam yang ada di Sumsel itu banyak, mulai dari hasil hutan, pertanian, perkebunan dan hasil tambang.
Hanya saja, terang Mawardi, sangat disayangkan potensi yang besar itu jika belum diikuti dengan keberadan pelabuhan laut yang mampu menampung kapal barang dengan kapasitas angkut besar.
“Tapi untuk ke depan, Sumsel akan dapat bersaing dengan Lampung, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Menyusul akan dibukanya pelabuhan laut di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Carat Tanjung Api-Api. Bahkan satu dari pelabuhan yang ada di Tanjung Api-Api sudah diresmikan operasionalnya beberapa waktu lalu,” terangnya.
Terhadap pengembang, Mawardi mengungkapkan, Pemprov Sumsel memberi kesempatan seluas-luasnya bagi para investor luar, yang berminat menanamkan modalnya di Sumsel, kusunya di kawasan KEK TAA. Apalagi, selain diproyeksikan menjadi pelabuhan Internasional, ke depan kawasan tersebut juga akan dijadikan sebagai kawasan industri.
“Pemprov Sumsel membuka diri, siapapun yang mau berinvestasi. Selama itu serius kita akomodir. Pelabuhan yang sudah ada saat ini kapasitasnya masih terbatas dan masih membutuhkan pendalaman agar kapal dengan kapasitas besar dapat bersandar,” ungkapnya, seraya menambahkan, jika kawasan KEK TAA terwujud, maka lalu lintas barang dari Sumsel dengan tujuan negara ekspor akan lebih maksimal. (tul)
















